Mengendalikan Jumlah Penduduk di Pulau Terluar Indonesia, Rote Ndao

    


Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Rote Ndao melaksanakan kegiatan rapat koordinasi keluarga berencana tingkat Kabupaten Rote Ndao - foto: Isak Doris Faot/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 30 Desa di Kabupaten Rote Ndao tengah diperjuangkan untuk kualifikasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana.

Saat ini, di Kabupaten itu telah memiliki 112 desa dan 82 desa definitif. Ditambah, 30 Desa Persiapan dan 7 Kalurahan.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejaheraan Rakyat Setda Kabupaten Rote Ndao, Untung Harjito mengatakan, keluarga berencana harus berketahanan dan diupayakan secara maksimal.

“30 desa diperjuangkan untuk kualifikasi, sehingga jangkauan pelayanan akan semakin baik juga dalam hal partisipasi,” jelas Untung Harjito.

Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Keluarga Berencana tingkat Kabupaten Rote Ndao.

Dalam rapat itu dibahas persoalan terkait program pembangunan KB dan kesehatan reproduksi perempuan. Dari data tahun 2015, Di kabupaten ujung selatan RI itu memiliki populasi 127. 911 jiwa dengan jumlah populasi produktif sebanyak 54.743 jiwa.
 
 
Zak