Mengantisipasi Musim Kemarau, Inilah Yang Dilakukan PDAM Purworejo

    


Proses pembangunan reservoar Kutoarjo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menghadapi musim kemarau, PDAM Tirta Perwitasari Purworejo terus lakukan upaya untuk peningkatan debit air. Salah satunya, dengan melakukan Redrilling, dengan memindah titik sumur, namun masih dalam satu area.

Setelah sukses melakukan Redrilling pada sumur Pakisrejo, Banyuurip beberapa waktu lalu, sehingga ada peningkatan debit air, dari yang semula hanya 4 liter/detik menjadi 8,3 liter/detik, kini hal serupa juga dilakukan pada sumur Condongsari.

“Redrilling di Condongsari kita awali dengan selamatan pada Kamis (12/7) kemarin. Targetnya tiga bulan. Nantinya bisa meningkatkan debit air, dari yang semula hanya 1,8 liter/detik, menjadi 5 liter/detik. Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau,” ujar Hermawan Wahyu Utomo, ST, Direktur PDAM Purworejo, Jum’at (13/7).

Dengan peningkatan debit air di Pakisrejo dan Condongsari ini, kata Hermawan, juga untuk melayani pelanggan di wilayah Banyuurip, yang kini mencapai 1.400 pelanggan. Daftar ini akan makin bertambah, karena dari wilayah kantor cabang Banyuurip ini, tiap bulannya ada penambahan 30 pelanggan baru.

Pemotongan tumpeng tanda dimulainya Redrilling sumur Condongsari, Banyuurip oleh Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, Kamis (12/7) - foto: Sujono/Koranjuri.com

Pemotongan tumpeng tanda dimulainya Redrilling sumur Condongsari, Banyuurip oleh Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, Kamis (12/7) – foto: Sujono/Koranjuri.com

Secara keseluruhan, ungkap Hermawan, stok air PDAM di Purworejo sudah over. Selain sumur Pakisrejo dan Condongsari, pada Bendung Boro 1, debit air sudah ditingkatkan, dari 10 liter/detik menjadi 40 liter/detik. Bendung Boro 2, dalam waktu dekat akan disetting ulang, dari 20 liter/detik menjadi 40 liter/detik.

Saat ini, kata Hermawan, PDAM Purworejo juga tengah membangun reservoar di treatment Kutoarjo. Dan dijadwalkan pada akhir tahun, akan dibangun sumur di Tawangrejo, Trirejo, yang selama ini jadi reservoar. Diharapkan nantinya, dengan pembuatan sumur Tawangrejo ini, akan bisa melayani pelanggan dari arah Utara, dan dipusatkan di Loano.

“Insya Allah, selama musim kemarau, pasokan air akan tetap lancar,” pungkas Hermawan yakin. (Jon)