Mengangkat Potensi Bunga Kasna di Lereng Gunung Agung

    


Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster melakukan dialog bersama Donny Heatubun dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali, Jumat, 4 September 2020 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Keindahan alam Bali didukung oleh ragam flora yang tumbuh di setiap daerah di Pulau Dewata. Bunga, bagi masyarakat Bali tak bisa dilepaskan dari aktifitas religius masyarakat. Bunga menjadi sarana wajib dalam setiap persembahyangan.

Seperti halnya bunga Kasna atau edelweis Bali. Kembang berwarna putih bersih ini dibudidayakan oleh masyarakat di Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

Kasna biasanya dipanen setahun dua kali, atau menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Praktis, bunga Kasna ini memberikan penghasilan kepada petani setiap 6 bulan sekali.

“Saya ingin ke depannya kita kembangkan bunga kasna menjadi salah satu ikon Bali bahkan diangkat menjadi kerajinan,” kata Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Koster, Jumat, 4 September 2020.

Menurut pendamping orang nomor satu di Bali itu, keberadaan bunga cantik bak salju itu, perlu dikembangkan untuk mendapatkan nilai tambah lain secara ekonomi.

“Jika kita lihat kegunaan awalnya sebagai sarana upacara untuk Hari Raya Galungan saja, maka otomatis produksinya hanya enam bulan sekali. Maka kita perlu jaga produksinya agar tetap kontinyu,” ujarnya.

Dalam hal ini, Dekranasda Bali perlu menggandeng pihak ketiga untuk mendukung produktifitas petani bunga Kasna. Bank Indonesia menurutnya, memiliki program pembinaan yang bisa dilakukan untuk petani di bunga Kasna di Temukus.

“Kita berharap perbankan di bawah naungan BI bisa ikut memfasilitasi pembinaan melalui koperasi. Jika semua bisa terwujud, saya yakin para petani bisa sejahtera,” kata Putri Koster.

Donny Heatubun dari Bank Indonesia kantor Perwakilan Bali menanggapi ide Ketua Dekranasda Bali. Ia berjanji akan ikut memfasilitasi dengan mempromosikan bunga Kasna kepada masyarakat luas.

“Kita bisa bikin semacam pasar serta menjualnya secara kontinyu, agar masyarakat lebih mengenal bunga tersebut,” kata Donny.

Ketua Dekranasda Bali bertemu perwakilan Bank Indonesia Bali dalam kegiatan Pasar Gotong Royong. Bank Sentral Indonesia itu mengapresiasi pelaksanaan Pasar Gotong Royong dalam membantu petani di masa pandemi covid-19.

“Langkah itu telah ditiru oleh BI, dan ke depan, ia berharap BI dan Pemprov Bali terus berkolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan dan perekonomian di Bali,” ujar Donny. (Way/*)