Mengaku Debt Collector, Motor Warga Ditarik Paksa

    


Dua tersangka debt collector, TPM (31), warga Kutan Pedukuhan 1, RT 4 RW2, Brosot, Galur, Kulonprogo, dan TL (26), warga Barongan, Pedukuhan XVI, RT 64 RW 31, Karangsewu, Galur, Kulonprogo, ditangkap polisi karena kasus penipuan - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dua debt collector gadungan, TPM (31), warga Kutan Pedukuhan 1, RT 4 RW2, Brosot, Galur, Kulonprogo, dan TL (26), warga Barongan, Pedukuhan XVI, RT 64 RW 31, Karangsewu, Galur, Kulonprogo, ditangkap Unit Reskrim Polsek Kutoarjo, Rabu (23/10) lalu.

Keduanya ditangkap polisi, karena diduga telah melakukan penipuan terhadap Johan Wahyono (40), warga Girirejo Timur RT 4 RW 9, Kelurahan/Kecamatan Kutoarjo. Akibat peristiwa ini, korban kehilangan sebuah sepeda motor dan menderita kerugian hingga Rp 8 juta.

“Dalam melaksanakan aksinya, kedua tersangka mengaku sebagai debt collector. Namun ketika kami kroscek, ternyata keduanya debt collector gadungan,” ungkap AKP Markotib, Kapolsek Kutoarjo, Rabu (30/10).

Dijelaskan oleh Markotib, yang didampingi Kanit Reskrim Ipda Tri Atmoko dan Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah, kejadian tersebut berawal, saat korban sedang berada dirumah, sepeda motornya dipakai saksi Bachtiar Nur Efendi, ke warnet, Sabtu (19/10).

Saat itulah, datang kedua pelaku menanyakan keberadaan sepeda motor milik korban, Honda Beat warna merah Nopol R 2209 PN. Selanjutnya, saksi dibawa ke wilayah Butuh, dan diminta menandatangani surat penarikan sepeda motor.

“Saksi disuruh pulang naik Grab, dan kedua pelaku mengambil sepeda motor tersebut,” ujar Markotib.

Karena curiga, saksi kemudian berusaha mengejar pelaku, namun pelaku berhasil kabur. Selanjutnya, korban melaporkannya ke polisi.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita berbagai bukti, antara lain, satu buah buku BPKB dan satu STNK sepeda motor merek Honda Beat Nopol R 2209 PN atas nama Paino Sanjoyo, Alamat Jl Bakung RT. 07 RW. 05, Kelurahan Sidakaya, Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap.

Satu lembar surat berita acara serah terima kendaraan berlogo dan bertuliskan PT.Aksa Mandiri Persada, Jln Mayor Jend D.I Panjaitan No.74 Brumbungan, Semarang, Jateng, serta
satu unit Sepeda Motor Merek Honda Warna Merah Nopol R 2209 PN.

Atas perbuatannya, kata Markotib, kedua tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (Jon)