Menekan Sebaran Covid-19, Samsat Purworejo Kurangi Jam Pelayanan

    


Roedito Eka Suwarno, Kepala UPPD Kabupaten Purworejo, saat mensosialisasikan pada wajib pajak, untuk wajib cuci tangan sebelum memasuki ruang pelayanan, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 (Corona), Samsat Purworejo telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satunya, dengan mengurangi jam pelayanan.

Jika pada hari biasa, Senin hingga Jum’at, loket pelayanan buka dari jam 08.00 WIB hingga jam 14.00 WIB, maka mulai Kamis (19/3), pelayanan untuk hari Senin hingga Kamis dibuka mulai jam 08.00 WIB – 12.30 WIB. Untuk hari Jum’at, dari jam 08.00 WIB – 11.00 WIB. Sementara untuk hari Sabtu, dari jam 08.00 WIB – 11.30 WIB. Perubahan jam layanan ini, berlaku hingga akhir Maret 2020, sambil menunggu petunjuk/perkembangan lebih lanjut.

“Karena di samsat ini pelayanannya kontak langsung dengan masyarakat, maka ada protap yang harus dilakukan sebelum memasuki ruang pelayanan, yakni, para wajib pajak wajib cuci tangan terlebih dahulu menggunakan hand sanitizer pada tempat yang telah disediakan. Ini rutin kita sosialisasikan,” jelas Roedito Eka Suwarno, Kepala UPPD (Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah) Kabupaten Purworejo, Kamis (19/3).

Roedito juga menyarankan, jika dimungkinkan bisa menggunakan layanan aplikasi Sakpole, maka sebaiknya wajib pajak menggunakannya, dan bisa dilakukan dari rumah. Untuk pembayarannya, bisa melalui Indomaret, Alfamart, ataupun kantor pos. Kecuali pajak lima tahunan yang mengharuskan cek fisik kendaraan bermotor, maka harus datang ke samsat.

Upaya pencegahan lainnya, kata Roedito, dengan menjaga jarak aman, dan mengupayakan supaya tidak terjadi antrian/penumpukan. Sebagai tindakan preventif, setiap akhir pelayanan, pada masing-masing layanan selalu disemprot dengan desinfektan supaya tetap steril.

“Kita akui, dengan merebaknya virus ini, pengaruhnya sangat signifikan,” ungkap Roedito.

Hal ini, menurut Roedito, berpengaruh pada target prosentase, yang biasanya sudah mencapai 21% hingga 25 %, tetapi sampai hari ini baru mencapai 19,7%. Dari tahapan target triwulan l yang harus dicapai 21%, masih kekurangan Rp2,4 miliar. Roedito berharap, sampai akhir bulan target bisa tercapai.

“Mari kita berdoa, supaya musibah ini cepat berakhir dan kembali normal, sehingga kinerja kita bisa lebih maksimal. Karena tingkat kinerja kita semakin didorong terus untuk lebih optimal tiap tahunnya,” pungkas Roedito. (Jon)