Mendorong Transaksi Digital, BRI Kanwil Denpasar Rilis Portal Pasar Tradisional

    


Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan portal belanja pasar tradisional pasar.id yang dirilis BRI Kanwil Denpasar bersama Bank Indonesia. Peresmian dilakukan di Kebun Raya Bali, Kamis, 24 September 2020 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – BRI melaunching portal belanja pasar tradisional pasar.id. Situs belanja itu menjadi satu cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan pembayaran non tunai melalui transfer rekening maupun QRIS.

Kepala Kantor BRI Kanwil Denpasar Ida Bagus K Subagia menjelaskan, saat ini ada 309 web pasar BRI se-Kanwil Denpasar meliputi, Bali dan Nusra. Jumlah pedagang yang telah terdaftar sebanyak 2.398 orang. Sedangkan di wilayah Provinsi Bali ada 141 web pasar dengan jumlah pedagang 1.250 orang.

“Metode pembayaran berbasis digital dapat menjadi salah satu upaya pembayaran non-tunai yang cepat, mudah, murah dan aman di era adaptasi kebiasaan baru,” kata Subagia di Kebun Raya Bali, Kamis, 24 September 2020.

Kebun Raya Bali dipilih menjadi kawasan wisata pembayaran digital dan titik soft launching website pasar.id. Mengingat, destinasi wisata dataran tinggi itu, salah satu faforit wisatawan. Kunjungan rata-rata harian mencapai 1.000-3.000 orang.

“Untuk Pasar Mertasari di kawasan Kebun Raya Bali ini, BRI sudah membranding sebanyak 147 pedagang pasar dengan menggunakan QRIS BRI,” kata Subagia.

Mendukung pemulihan perekonomian nasional, khususnya Bali, BRI bersama Bank Indonesia (BI) menginisiasi program digitalisasi kawasan pariwisata berbasis QRIS dan BRIS. Subagia mengatakan, jumlah penyaluran QRIS BRI di wilayah BRI Denpasar sebanyak 2.402 dan Provinsi Bali 1.790 merchants.

Sedangkan penggunaan uang elektronik BRIZI di areal kantor wilayah Denpasar tercatat 862 ribu dan Provinsi Bali mencapai 688 ribu pengguna.

“Dukungan digitalisasi transaksi di pasar-pasar ini ditujukan agar para pedagang terbantu memasarkan barang dagangannya kepada pembeli, secara virtual dengan jenis sembako, daging dan lain-lain,” jelasnya.

Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan launching portal belanja berbasis pasar tradisional pasar.id. Ia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan dan regulasi dalam mempermudah transaksi pembayaran antara pedagang dan pembeli. Terutama, dalam rangka pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Pemprov Bali mendorong digitalisasi digunakan oleh UMKM di Bali. Transaksi non-tunai pilihan tepat di masa pandemi covid-19. Gubernur menambahkan, Pemprov Bali menggandeng kalangan Perbankan dalam upaya pemulihan perekonomian, khususnya di sektor pertanian, koperasi dan sektor informal lainnya.

“Karena pandemi covid-19 ini memberi dampak yang sangat besar terhadap perekonomian Bali. Perekonomian Bali mengalami kontraksi yang cukup parah untuk pertama kalinya,” jelas Koster.

Menurutnya, pasar tradisional mulai aktif menggunakan transaksi digital dan tergabung dalam website pasar.id. Hal itu menunjukkan kemajuan pesat bagi pelaku perekonomian tradisional yang bertransformasi ke arah digital

“Maka transaksi akan dapat dilakukan dengan cepat, mudah, murah dan aman serta mengurangi resiko-resiko yang berkaitan dengan aktivitas yang berkaitan dengan kondisi sehari-hari,” kata Gubernur. (Way)