Mendongkrak Level Arak Bali ke ‘Kasta’ Lebih Tinggi

    


Mixologist Arey Barker melakukan demonstrasi meramu koktail berbahan Arak Bali yang dipadankan dengan rempah-rempah Indonesia - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Apa yang terlintas ketika mendengar nama Arak? Ya, arak adalah minuman beralkohol asli Indonesia yang jadi kekhasan hampir di setiap daerah di Nusantara dengan sebutan berbeda di tiap wilayah. Bali juga memiliki produksi minuman alkohol lokal yang disebut Arak Bali.

Arey Barker, seorang mixologist profesional mengatakan, selama ini memang banyak pemahaman yang bias terkait dengan Arak. Terutama, isu-isu terkait dengan Arak metanol. Ia menjelaskan, tingkat layak atau tidak layak dikonsumsi, menurut Arey, terdapat pada proses pembuatan arak.

“Kalau diolah secara tepat dan benar, Arak itu layak dikonsumsi. Dalam fermentasi arak dari bahan apapun, prosesnya adalah memisahkan metanol dan etanol. Kita tahu, metanol seperti yang kita sering dengar. Kita jangan sampai mengkonsumi metanol,” jelas Arey.

Untuk mempromosikan Arak sebagai minuman beralkohol asli Indonesia, pihaknya kerap mengadakan event, sekaligus untuk mengedukasi masyarakat. Seperti yang digelar di Spice by Chris Salans Restaurant di Ubud, Jumat (7/6/2019).

Di event itu, Arey Barker meramu koktail yang cukup familier dengan lidah Indonesia yang diberi nama ‘Seen Unseen’. Minuman ini diproduksi dari bahan daun Pandan yang diinfus dengan Arak, clarified pineapple, vitamin C dan liquer nangka-kelapa.

Koktail tersebut dipadankan dengan hidangan khas yang diramu oleh Chef Chris Salans yakni, Tuna Tataki, Sambal bunga Kecombrang, Keripik Tempe serta pork belly panggang dengan saus kunyit dan nanas panggang.

Selain itu, ada juga koktail ‘Wind of Change’. Minuman itu beraroma khas Indonesia. Arey mengolahnya bersama kunyit dan kuning telor dalam kreasi minuman koktailnya. Dengan teknik-teknik mixology yang ia miliki, koktail tersebut benar-benar bercitarasa Indonesia.

Arak Bali yang digunakan dipilih dari produk milik Hatten Wines dengan brand Arak Dewi Sri. Arak ini berbahan dasar beras yang difermentasi menjadi alkohol.

Sementara, rata-rata dalam setahun, perusahaan minuman beralkohol asal Bali itu memproduksi minuman Brem sebanyak 24.000 liter per tahun dan Arak sebanyak 18.000 liter/tahun. Proses produksi yang dilakukan memakan waktu selama 6 hingga 8 bulan. (Way)