Menanamkan Jargon 3 Cincin Emas dan Mendulang Prestasi di SMANSA Denpasar

    


Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (mPLS) untuk siswa baru di SMA Negeri 1 Denpasar - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kegiatan Bakti Sosial ke Panti Asuhan dan Panti Jompo bakal mengisi kegiatan masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (mPLS) di SMA Negeri 1 Denpasar. Kepala SMA Negeri 1 Denpasar, I Nyoman Purnajaya mengatakan, mPLS sebagai pengganti Masa Orientasi Siswa yang menekankan pada pendidikan karakter siswa SMANSA.

Sesuai tradisi prestasi yang ada di sekolah itu, siswa mendapatkan pemahaman terkait ragam ekstra kurikuler yang ada. Di SMANSA Denpasar, prestasi itu dikenal dengan sebutan Tiga Cincin Emas yakni, cerdas, kreatif dan bertanggungjawab.

Ditambahkan Purnajaya, kecerdasan dibutuhkan sebagai modal utama dalam mengembangkan materi belajar yang ada di sekolah. Dengan demikian, siswa bukan hanya menerima transfer ilmu dari guru ke murid tapi diluar itu ada proses kreatif pengembangan dari materi yang diterima di ruang kelas.

“Disini ada banyak kegiatan ekstra kurikuler. Disitulah talenta-talenta yang ada di SMANSA diasah untuk mengukir prestasi seperti tradisi yang kami punya,” jelas Nyoman Purnajaya, Rabu, 12 Juli 2017.

Telah tercatat di sepanjang perjalanan SMA Negeri 1 Denpasar, sejumlah prestasi dari tingkat regional, nasional hingga internasional selalu berhasil diboyong. Bahkan tak jarang, akumulasi piala dan piagam penghargaan yang dikoleksi siswa SMANSA Denpasar mencapai lebih dari 300 dalam satu tahun.

“Tradisi juara ini diceritakan kembali ke siswa baru oleh kakak kelas mereka yang tergabung di OSIS. Dengan begitu, mereka akan termotivasi,” jelas Purnajaya.

Sesuai dengan Surat Edaran No. 40/40272/Disdik Pemprov Bali yang dikeluarkan oleh Sekda provinsi Bali, pelaksanaan mPLS sekolah dibawah naungan Provinsi Bali, secara serentak dibuka pada Rabu, 12 Juli 2017 dan berlangsung selama 3 hari.

Seluruh kegiatan dipusatkan di sekolah dengan pemberian materi sesuai aturan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bali.

Jumlah peserta yang mengikuti masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMA Negeri 1 Denpasar sebanyak 387 siswa.

“Setelah kegiatan selesai, mereka akan menempati jurusan sesuai dengan hasil tes IQ, tes potensi akademik dan peminatan. Apakah akan masuk ke MIA (IPA) atau program IIS atau IPS,” jelas Nyoman Purnajaya.
 
 
Way