Membendung Ekskalasi Pasien Covid-19 di Bali

    


4.000 unit alat pelindung diri (APD) yang diangkut dengan menggunakan Pesawat Boing B737-400, mendarat di baseops Lanud Ngurah Rai, Senin, 23 Maret 2020, pukul 15.30 Wita - foto: Istimewa/fb Pemprov Bali

KORANJURI.COM – Di Bali saat ini sudah disiapkan 11 rumah sakit rujukan penanganan covid-19 dengan jumlah kamar isolasi sebanyak 88 unit.

Rumah sakit yang dijadikan rujukan yakni, RSUP Sanglah Denpasar, RSUD Tabanan, RSU Sanjiwani Gianyar, dan RSUD Singaraja.

“Oleh Kemenkes sebelumnya ditetapkan empat rumah sakit rujukan. Tapi hari ini ada penambahan. Gubernur menetapkan lagi tujuh rumah sakit rujukan,” jelas Kasatgas Covid-19 Dewa Made Indra, Senin, 23 Maret 2020.

Tujuh rumah sakit rujukan lainnya yakni, dua rumah sakit di Denpasar, RS Wangaya dan RS Bali Mandara. Kabupaten Badung, RS Mangusada, RSU Universitas Udayana. Kabupaten Jembrana RSU Jembrana dan di Kabupaten Buleleng RS Pratama Giri Emas.

“RS Sanglah sedang berupaya tambah jumlah kamar untuk perawatan,” kata Kasatgas.

“Jika terjadi ekskalasi yang terus meningkat, kami akan siapkan RS lainnya untuk jadi RS rujukan covid-19, tapi itu dilakukan sesuai perkembangan kebutuhan,” tambahnya.

Sementara, jumlah alat pelindung diri (APD) yang tiba di Bali hari ini sebanyak 4.000 unit. Diangkut menggunakan Boeing B737-400, APD tersebut tiba di baseops Lanud Ngurah Rai pukul 15.30 Wita.

Baju Hazmat beserta kelengkapannya itu didistribusikan oleh pemerintah pusat untuk seluruh rumah sakit daerah di tanah air. Bali masuk dalam distribusi Jawa Barat, Jawa Tengah, Provinsi DIY dan Jawa Timur dengan total sebanyak 40.000 unit.

Pembaharuan data kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Bali, pada Senin, 23 Maret 2020, bertambah 3 orang positif covid-19. Ketiganya yakni, 2 Orang WNA yang merupakan suami istri dan 1 orang WNI laki-laki asal Bali.

Dari 3 orang yang dinyatakan positif itu dilakukan kontak tracing dan ditemukan 69 orang ODP.

“Orang yang ditracing tersebut sebagian sudah diambil swab untuk diuji lab, sebagian lagi masih menunggu,” jelas Dewa Indra.

Sampai saat ini kasus PDP di Bali total berjumlah 102 orang. Dari 102 sampel yang telah diuji, telah keluar hasil sampel 79 orang yakni, 73 orang negatif. Sementara, total pasien positif terdiri dari 1 orang WNA dan 5 orang WNI.

“Dari enam orang positif, dua orang telah meninggal dan empat orang masih dirawat,” tambah Dewa Indra.

Gubernur juga meminta melanjutkan karantina bagi para pekerja migran yang pulang ke Bali, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan di bandara.

Dewa Indra menjelaskan, ada sejumlah protokol sebelum pekerja migran diputuskan masuk karantina. (Baca: Pekerja Migran)

“Protokol pekerja migran asal Bali diterapkan mulai dari kedatangan mereka di Bandara Ngurah Rai,” kata Dewa Indra. (Way)