Membangun Semangat Kerukunan Diatas Bentangan Kain Merah Putih

    


Warga Kota Denpasar yang tergabung dari berbagai elemen membubuhkan tanda tangan di atas bentangan kain putih di Patung Caturmuka atau titik nol Kota Denpasar. Aksi itu dilakukan untuk mendukung terwujudnya rasa persatuan dan kesatuan serta Kebhinekaan Indonesia - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional Ke-109, berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi di Bundaran Patung Catur Muka atau titik nol Kota Denpasar. Konser musik oleh musisi di Bali ikut menyemarakkan kegiatan itu.

Bundaran patung yang menjadi lanskap kota Denpasar itu dibalut kain vinil berwarna merah putih dan bertuliskan ‘Deklarasi Anti Radikalisme’. Siapapun yang lewat jalur protokol itu, boleh membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap tegaknya persatuan dan kesatuan serta terwujudnya Kebhinekaan Indonesia.

I Nyoman Sudiantara, panitia pengarah menjelaskan, gagasan itu muncul seiring maraknya ujaran intoleransi terutama di media sosial yang berpotensi memecah rasa persatuan.

“Apa yang kami lakukan disini tidak ada nuansa keterkaitan politik lokal di luar Bali. Tapi sebagai anak bangsa merasa peduli dengan kesatuan dan persatuan,” ujar Sudiantara saat menggelar doa bersama di kamar Bung Karno Hotel Inna Bali Denpasar, 18 Mei 2017 lalu.

Aksi damai itu dimulai pukul 13.00 wita diawali dengan menyanyikan lagu-lagu nasional. Kemudian disusul dengan deklarasi menolak gerakan radikalisme serta mendesak pemerintah untuk menindak tegas ormas Anti Pancasila.

Deklarasi ditutup dengan menerbangkan balon berwarna merah putih.

Sejumlah musisi Bali yang ikut aksi itu diantaranya, grup band Crazy Horse dan Bobby SID. Mereka menebarkan ‘virus’ kerukunan melalui lagu-lagu bertema nasional yang mereka ciptakan.
 
 
Way