Membanggakan, 8 Kali Berturut-Turut Tim Sepak Takraw SMAN 7 Denpasar Angkat Trofi Walikota Cup

    


Atlit Sepak Takraw SMA Negeri 7 Denpasar telah mengumpulkan 8 trofi dari cabor Sepak Takraw di event Walikota Cup - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tim sepak takraw SMA Negeri 7 Denpasar kembali mempertahankan tradisi juara di event Walikota Cup VIII. Tim atlit yang dikirimkan di ajang tahunan itu kembali mengangkat trofi di posisi puncak dan runner up.

Hingga saat ini atlit SMA Negeri 7 Denpasar telah mengumpulkan 8 trofi dari cabor Sepak Takraw. Atau sejak Walikota Cup Denpasar diadakan 8 tahun lalu, SMA Negeri 7 selalu memboyong piala setiap tahunnya.

“Tim Putra dapat juara I dan II, Tim Putri juga meraih posisi juara I dan II untuk cabor Sepak Takraw,” kata Faizal Farid, salah satu atlit dari tim putra.

Perjuangan untuk mencapai prestasi membanggakan itu tidak mudah. Faizal menjelaskan, tim putra dan putri mendapatkan pembinaan pelatihan dengan jadual yang ketat dan disiplin yang tinggi.

Dua pelatih yakni, Farid Ahmad dan Udiana Putra dipercaya untuk mengasah skill para atlit tersebut. “Kita berlatih terus secara rutin setiap minggunya, bahkan saat belum akan menghadapi pertandingan. Jadi prestasi yang kami raih sudah disiapkan sejak dini,” ujarnya.

Anak Agung Istri Yogiantari, siswa kelas XII IPS-1 juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, mempertahankan tradisi juara tidak terlepas dari pola kaderisasi yang dilakukan.

“Kami bangga bisa mempersembahkan piala untuk sekolah. Dengan pencapaian ini kami bisa menunjukkan kepada adik-adik kelas untuk mengikuti jejak kami,” kata Yogiantari, salah satu atlit yang memperkuat tim putri.

Sementara, Kepala SMAN 7 Denpasar, Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati, berharap, ada penghargaan khusus untuk atlit maupun tim yang meraih prestasi secara berturut-turut.

“Kami harap penyelenggara memberikan semacam surprise kepada tim maupun atlit peraih juara bertahan,” harap Kusuma.

Seleksi terhadap siswa yang memiliki potensi prestasi di bidang olahraga, menurut Kusuma Widiawati, disaring secara ketat saat penerimaan siswa baru melalui jalur prestasi.

Totalitas mengembangkan prestasi di cabang olahraga, menurut Kusuma Widiawati, tidak dilakukan setengah hati. Bahkan hingga perlombaan dengan skala nasional pun akan diikuti.

“Jadi prestasinya juga maksimal. Siswa sendiri punya pengalaman baik untuk menyalurkan potensinya,” ujarnya demikian.
Prestasi yang diraih di ajang Walikota Cup ini akan berlanjut ke tingkat provinsi Bali di ajang Porprov tahun ini. Faizal Farid menambahkan, tim Sepak Takraw sekolahnya mentargetkan mengantongi emas.

Atlit Sepak Takraw SMAN 7 Denpasar