Memaknai Sejarah Tradisi, Gubernur Hadiri Karya Agung yang Terakhir Digelar 38 Tahun Lalu

    


Gubernur hadir bersama Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama menghadiri rangkaian Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Melaspas Ngenteg Linggih lan Mupuk Pedagingan di Pura Dadia Agung Pasek Tohjiwa, di Banjar Jakatebel, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan, Sabtu (1/2/2020) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri rangkaian Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Melaspas Ngenteg Linggih lan Mupuk Pedagingan di Pura Dadia Agung Pasek Tohjiwa, di Banjar Jakatebel, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan, Sabtu (1/2/2020).

Karya Agung ini terakhir digelar 38 tahun lalu, dan tahun ini berlangsung selama 20 hari.

Dikatakan Gubernur, sejarah maupun cerita-cerita yang melatarbelakangi keberadaan suatu tempat, terutama tempat-tempat suci, perlu diketahui dan dimaknai. Sehingga pemahaman dan pengetahuan yang ada tidak terputus hanya pada generasi awal.

“Dengan memahami sejarah juga akan meningkatkan sradha kepada leluhur,” jelas Gubernur Bali Wayan Koster, Sabtu (1/2/2020).

Gubernur berharap, kehidupan tidak berhenti pada generasi tua. Generasi muda juga perlu mengetahui dan paham apa yang dilakukan generasi sebelumnya terkait dengan sejarah.

“Kita perlu memaknai sejarah dan meneruskannya kepada anak-anak (generasi muda, red) kita. Kita latih generasi muda agar paham, melatih mereka cerdas dan berbudi pekerti, karena itu tugas kita,” kata Koster.

Ritual keagamaan menurutnya, akan inspirasi, motivasi, ketenangan jiwa dan keteguhan batin untuk melanjutkan swadarma dalam kehidupan bersosial dan bernegara.

Wayan Koster mengatakan, kehidupan beragama harus memberikan arti penting dan berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Orang nomor satu di Bali itu mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan Pasemetonan Warga Pasek Tohjiwa dari yadnya yang dilakukan.

“Dalam menjalankan karya harus didasari rasa tulus dan ikhlas,” kata Gubernur.

Ketua Panitia I Nyoman Ardika mengatakan, Pasemetonan Warga Pasek Tohjiwa, Desa Tangguntiti disungsung oleh 600 kepala keluarga (KK) sejebag Bali. Mereka tersebar di lima kabupaten/kota, yakni Tabanan, Badung, Jembrana, Buleleng dan Kota Denpasar.

Puncak karya akan dilaksanakan pada Anggara Kliwon Julungwangi atau tahun Masehi 4 Februari 2020.

Puncak acara akan di-puput oleh sembilan Sulinggih. Sedangkan pelaksanaan Nyimpen akan digelar pada Redite Wage Kuningan atau 23 Februari 2020.

Gubernur hadir bersama Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama serta tokoh Pasemetonan Arya Agung Pasek Tohjiwa. Usai persembahyangan bersama, dilakukan penyerahan bantuan punia kepada masyarakat. (*)