Melihat Kemeriahan Festival Hindu Kuno India di Bali

    


Kemeriahan festival Holy dirayakan oleh sejumlah masyarakat India yang berada di Bali. Festival ini dilaksanakan di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Sabtu, 18 Maret 2017 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Masyarakat India yang ada di Bali merayakan akhir musim dingin dengan saling mewarnai satu sama lain. Holy Colour Festival juga merupakan festival Hindu Kuno untuk menyambut datangnya musim semi.

Perayaan dengan ritual saling lempar bahan pewarna itu dilakukan di Lapangan I Gusti Made Agung atau Lapangan Puputan Badung, Sabtu, 18 Maret 2017. Bukan hanya warga India saja yang mengikuti festival itu, tapi masyarakat secara umum juga diijinkan mengikuti ritual warna tersebut.

“Kami mengajak seluruh peserta menikmati suka cita Holy,” ujar Konsul Jenderal India di Bali, R.O. Sunil Babu yang membuka acara tahunan itu.

Perayaan itu dimaknai sebagai waktu untuk memulai menikmati kelimpahan
warna musim semi dan ucapan selamat tinggal pada musim dingin. Para peserta bermain dan saling melemparkan warna satu sama lain serta bersuka cita dengan
menyanyi dan menari untuk menyambut datangnya musim semi.

Asal mula perayaan Holy dalam mitologi Hindu, kata Sunil Babu, juga untuk mempererat pertemanan yang
sudah ada serta membangun pertemanan yang baru.

Suka cita itu terlihat dari peserta yang seluruh tubuhnya berbalur semarak warna warni.

Sementara, pemilihan Lapangan Puputan Badung untuk jadi tempat penyelenggaraan festival warna terkait dengan kunjungan Perdana Menteri India pertama Pandit Jawaharlal Nehru pada tahun 1950.

Nehru berjumpa dengan masyarakat Bali
selama kunjungannya di Indonesia. Pada hari Sabtu, tanggal 18 Maret 2017, Lapangan Puputan Badung menjadi tempat terselenggaranya suatu festival India, yaitu saat Konsulat Jenderal India di Bali merayakan Festival Warna.
 
 
Way