Melawan Pandemi, SMK PGRI 3 Denpasar Bentuk Satgas Covid-19 di Sekolah

    


Dengan tetap menjaga jarak dan membatasi peserta, SMK PGRI 3 Denpasar menerapkan 3 M secara ketat dalam memberikan materi pelajaran praktek - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Mencegah klaster dunia pendidikan, SMK PGRI 3 Denpasar membentuk Satuan Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Anggota yang tergabung dalam Satgas itu memiliki jobdesk yang memantau secara ketat protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Wakil Kepala Hubungan Industri dan Humas I Nengah Karji, SE., M.Pd., menjelaskan, mengacu pada peraturan Mendikbud dan turunannya, sekolah kejuruan diperbolehkan menggelar tatap muka mata pelajaran praktikum.

“Di sekolah ini, pelajaran praktek dilakukan secara ketat dalam menjaga protokol kesehatan. Jumlah siswa juga kita batasi dan dilakukan bergilir,” jelas Karji, Rabu, 21 Oktober 2020.

Peserta Pelajaran Tatap Muka (PTM) Praktek ditetapkan 50 persen dari jumlah yang ada. Pengaturan jarak bangku dan 1,5 meter antar siswa dengan pola duduk dilakukan secara zigzag. Selama mengikuti mata pelajaran praktek, siswa harus tetap mengenakan masker.

Untuk memastikan kondisi kesehatan siswa dan guru pengajar, melakukan pengecekan suhu tubuh di pintu masuk, dan tidak memasuki area sekolah jika suhu tubuh diatas 37,3° Celcius.

Karji menjelaskan, pihaknya menyediakan sarana cuci tangan dengan ketersediaan air mengalir dan sabun cair.

“Kami harus sangat hati-hati, jangan sampai justru dunia pendidikan jadi klaster baru. Karena itulah sekolah membentuk Satgas Covid-19,” jelas Nengah Karji.

Pihak sekolah juga bekerjasama dengan perangkat desa, yang secara rutin melakukan disinfeksi penyemprotan.

“Pihak Desa sangat peduli dengan keberadaan sekolah, setiap dua hari sekali ada petugas yang melakukan penyemprotan,” ujarnya.

Karji menekankan, pembelajaran tatap muka hanya diberikan untuk pelajaran praktikum saja. Sedangkan materi yang bersifat teori tetap diberikan secara daring. (Way)