Setelah melalui Proses Panjang, Jembatan Pucung Akhirnya Diresmikan

    


Wabup Yuli Hastuti saat meresmikan jembatan Pucung di Desa Soko, Bagelen, Minggu, 5 Juni 2016 - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Jembatan Pucung, Desa Soko di Kecamatan Bagelen, Jawa Tengah, yang dibangun atas swadaya masyarakat akhirnya selesai dan diresmikan oleh Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, Minggu, 5 Juni 2016.

Kepala Desa Soko, Ruswandi SP mengatakan, jembatan Pucung rusak parah pada tahun 2013 lalu akibat diterjang banjir. Hal ini menjadikan akses jalan terputus total.

“Padahal keberadaan jembatan Pucung sangatlah vital, sebagai urat nadi perekonomian, baik bagi warga Soko sendiri maupun desa sekitarnya,” jelas Ruswandi.

Jembatan Pucung, kata Ruswandi, merupakan jembatan penghubung dan jalur alternatif menuju desa Semagung, Semono dan Durensari. Pasca rusaknya jembatan Pucung, pihak desa sudah mengusulkan perbaikan melalui dana bencana alam. Namun gagal karena terganjal persyaratan.

Akhirnya, dengan swadaya sendiri, warga Desa Soko bergotongroyong membangun jembatan Pucung yang baru terealisasi tahun 2015 lalu.

“Kami ucapkan terima kasih pada semua warga Soko, atas partisipasinya, sehingga pembangunan jembatan Pucung bisa terealisasi dan lancar. Mari kita jaga dan rawat jembatan ini,” kata Ruswandi.

Sementara, Panitia pembangunan jembatan Pucung mengatakan, bahwa jembatan tersebut dibangun dengan swadaya masyarakat. Pembangunan menghabiskan dana hingga Rp 200 juta, yang diambil dari dana desa sebesar Rp 185 juta, dan sisanya dari swadaya masyarakat, sumbangan pihak ketiga dan donatur.

Hadir dalam acara tersebut, jajaran Muspika Kecamatan Bagelen, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo, Kelik Sumrohadi, anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Sutardi, serta para tamu undangan lainnya. Sebagai hiburan, dipentaskan kesenian kuda lumping dan drum band yang dimainkan anak-anak SDN Soko.
 
 
Jon