Masih Terisolir, Evakuasi Korban Longsor di Trunyan Lewat Danau Batur

    


Proses evakuasi korban longsor di Desa Trunyan Kintamani, Bangli oleh tim BPBD di Kabupaten Bangli dan asesmen cepat kerusakan fisik - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Tim BPBD Provinsi Bali masih melakukan evakuasi korban tanah longsor di desa Trunyan, Kabupaten Bangli.

Evaluasi dilakukan melalui danau Batur. Sebab, lokasi longsor terisolir oleh longsor di delapan titik akibat dari gempa Karangasem, Sabtu (16/10/2021) pagi.

“Akses melalui darat tidak bisa dilakukan, jadi harus ditempuh melalui danau untuk menuju lokasi lokasi bencana,” kata Kepala BPBD Bali I Made Rentin, Minggu, 17 Oktober 2021.

Proses evakuasi korban oleh tim BPBD di Kabupaten Bangli dan asesmen cepat kerusakan fisik.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, satu orang warga di Kabupaten Karangasem dilaporkan meninggal dan masih dalam tahap evakuasi dari reruntuhan bangunan.

Selain itu, ada lima warga lainnya sudah berhasil dievakuasi di Puskesmas terdekat dan RSUD Karangasem dalam keadaan masih hidup dengan kondisi luka berat.

Sementara 8 lainnya mengalami luka ringan. Korban meninggal dunia lainnya adalah dua orang warga dari Kabupaten Bangli.

Sebelumnya, 4 jiwa dari 5 KK yang tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa, telah diselamatkan oleh tim dan dirawat secara medis. Sedangkan 4 jiwa lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Hasil analisa BMKG, episenter gempa yang cukup kuat berada pada koordinat 8,32° LS, 115,45° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 km barat laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 km.

Ditambahkan Rentin, dampak fisik gempa berupa guncangan dirasakan oleh orang
dalam rumah serta sebagian di luar.

“Terdapat laporan gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. Getaran
dirasakan nyata dari dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk lewat,” kata Rentin. (Way)