Masa Tenang Pileg, Jangan Sampai Terjadi Politik Uang

    


Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Siap memasuki masa tenang kampanye. Saat masyarakat Kabupaten Klungkung diingatkan untuk bisa memberikan suaranya kepada figur yang benar-benar bisa dipercaya untuk bisa memberikan perubahan kearah yang lebih baik buat daerah dan desanya.

“Karena siapapun calon yang bertarung di Pemilihan Legeslatif (Pileg) 2019 ini akan menentukan kemajuan daerah dan desanya selama lima tahun kedepan,” ujar Putu Adi Parnama, SE Caleg PSI Kab Klungkung, Dapil Dawan nomer urut 2, Sabtu (13/4/2019).

Dikatakan, selama masa tenang kampanye ini, sering sekali digunakan caleg parpol untuk melakukan kegiatan yang bertentangan dengan aturan dari KPU seperti kegiatan bagi-bagi uang ke masyarakat atau istilahnya serangan pajar yang masif dilakukan oleh caleg.

“Praktek ini sebenarnya sudah lama terjadi dan setiap pemilu pasti dijumpai.
Untuk itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sangat menentang praktek money politik yang terjadi selama masa tenang kampanye,” terang tokoh muda asli Klungkung yang giat dalam kegiatan sosial dan spritual ini.

Adi Parnama menjelaskan praktek money politik harus dilarang dan ditindak tegas apabila ada caleg yang berani melakukannya. Bawaslu sebagai pengawas pemilu harus tegas dan aktif mengawasi saat masa tenang pemilu ini.

Karena money politik ini sangat tidak mendidik masyarakat dalam sistem demokrasi.

“Sebagai tokoh muda yang punya visi dan misi ingin membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berguna bagi nusa dan bangsa serta berkarakter, generasi muda milenial agar bisa berinovasi dan bersaing dalam bidang usaha dan punya mental, spirit yang bagus dalam berusaha ini akan membantu dalam hal pelatihan dan pendidikan kewirausahaan,” jelasnya.

Adi Parnama menambahkan, bila nantinya bisa dipercaya dan dipilih maju sebagai anggota legeslatif, maka sesuai misi yang saya bawa yakni keinginan bisa mendidik generasi milenial dengan mendirikan balai pelatihan kerja yang bisa memberikan bekal dan modal dalam persaingan di masa digital industry era 4.0.

“Jika diistilah sesuai istilah Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) disebut DILAN (Digital Melayani). Generasi muda milenial harus sudah siap bersaing dan punya spirit yang bagus,” tambahnya. (*)