Ma’ruf Amin Terkesan dengan Cara Bali Tangani Stunting

    


Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja perdana ke Bali. Di Desa Pecatu, Wapres meninjau kegiatan penanganan stunting yakni Gerakan Badung Sehat pada 1000 hari pertama kehidupan atau Garba Sari.

Penanganan anak dengan pertumbuhan kerdil itu, menurut Ma’ruf Amin, dilakukan secara sistematis. Mengingat, stunting bukan hanya perlu diantisipasi sejak ibu hamil, tapi juga melalui pemahaman tentang stunting saat remaja.

“Pra nikah, sebelum nikah sudah diberikan pemahaman. Itu langkah yang harus dikembangkan,” kata Ma’ruf Amin didampingi Gubernur Koster, Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar dan Menteri Kesehatan Terawan, Kamis, 31 Oktober 2019.

Bali dinilai berhasil menurunkan stunting, yang saat ini hanya di angka 16%. Upaya Pemprov Bali akan diterapkan di daerah dengan angka anak kerdil tinggi. Dengan demikian, jumlah jumlah anak penderita stunting di Indonesia semakin berkurang.

“Angka stunting secara nasional mencapai 27% dan Standar internasional itu 20%. Saya targetkan angka prevalensi stunting di Indonesia turun 7 persen untuk mencapai 20%, atau setara dengan standar internasional,” ujarnya.

Wapres Ma’ruf Amin membuka konferensi Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2019 and 2020 Price Outlook di Nusa Dua, Badung, Kamis 31 Oktober 2019. Wapres hadir didampingi istri Wury Ma’ruf bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.

Orang nomer satu di Bali Gubernur Wayan Koster bersama istri, Putri Suastini Koster mendampingi kunjungan kerja Wapres di Desa Pecatu, Kabupaten Badung.

Selain melihat penanganan stunting, Wapres juga mencermati pemanfaatan Dana Desa. Di lapangan Kuru Setra Desa Pecatu, Ma’ruf Amin memantau kegiatan ekonomi kerakyatan yang sumbernya berasal dari dana desa.

“Saya lihat bagaimana dana desa dimanfaatkan secara efektif seperti untuk pembuatan pupuk atau pengelolaan limbah. Ada lapangan bola, penanaman sayur hidroponik, kemudian hasilnya dibawa ke restoran, ada yang diolah jadi produk bumbu,” ujar Wapres. (*)