Mangku Pastika Sindir Pelaku Pemalsuan FB Miliknya Orang Pengecut

    


Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika saat peluncuran buku karyanya berjudul ‘Percikan Perenungan dari Jaya Sabha’ - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika menyindir pelaku pemalsuan akun facebook miliknya yang memposting sejumlah status SARA terkait Nyepi dan reklamasi.

“Itu bukan orang Bali. Mungkin dari planet mana,” ujarnya pada acara Simakrama di Wantilan DPRD Bali, Sabtu 26 Maret 2016.

Mangku Pastika menilai, sikap orang yang seolah-olah dirinya yang memposting sejumlah kalimat berbau SARA adalah pengecut. Kalau hal itu dikaitkan dengan kebijakan pemerintahan Pastika-Sudikerta, ia menegaskan, sudah ada forum untuk menyampaikannya seperti, Simakrama dan podium Bali Bebas Bicara yang diadakan setiap minggu di lapangan Monumen Bajra Shandi, Renon.

Kasus tersebut kini tengah ditangani Polda Bali untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya. Postingan yang dilontarkan ‘Made Mangku Pastika’ abal-abal tersebut berisi tentang hari raya Nyepi dan Reklamasi.

Akun FB yang palsu baru dibuat pada 10 Maret 2016 dan hanya terhubung dengan tiga jaringan pertemanan. Sedangkan akun FB resmi milik Gubernur Pastika yang asli memiliki lebih dari 5.000 pertemanan.

Postingan yang dilontarkan pelaku pemalsuan berbunyi ‘Nyepi buang waktu saja, ngga bisa ke mana mana. Kalau saya Bilang F°°°k Hindu apakah kantor gubernur akan dihancurkan juga? Ahhhh F°°°k Hindu Bali’. Sementara, postingan lain terkait reklamasi berbunyi ‘Reklamasi akan tetap berjalan karena sudah saya setujui dan uang gratifikasi sudah saya terima 500 milyar lumayan untuk pensiun’. Postingan yang lain lagi, ‘Om Swastyastu, apakah sudah melaksanakan catur brata penyepian masyarakat Bali khusunya umat Hindu? Sebelum nyepi saya tangkil di pura besakih, melaksanakan persembayangan Tawur Agung.

“Ini bisa dicari lho orangnya. Hati-hati bagi pengguna media sosial karena ada UU IT, ancamannya tidak main-main, 12 tahun. Gunakan teknologi untuk sesuatu yang baik. Jangan ngoceh di media sosial, orang Bali jangan pengecut, harus berani tampil,” kata Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.
 
 
Way