Manajemen Bandara Ngurah Rai Teken LOCA

    


Foto bersama usai penandatanganan LOCA Bandar Udara Ngurai Rai, Bali - foto: Ari Wulandari/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dalam rangka memperkuat sinergi antar instansi dalam aspek keselamatan penerbangan, manajemen Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggelar Airport Emergency Committee Meeting (AECM) dengan sejumlah instansi serta penandatanganan Letter of Operational Coordination Agreement (LOCA).

Penandatanganan LOCA antara Bandar Udara Ngurah Rai dengan Perum LPPNPI (Airnav) Cabang Denpasar, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar, terkait penanganan situasi pelayanan keselamatan dan pertolongan kecelakaan penerbangan di Bandar Udara, Selasa (4/9/2018).

Pihak manajemen Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai diwakili oleh GM Yanus Suprayogi beserta jajaran pejabat dan staf, dan dihadiri oleh perwakilan sejumlah instansi antara lain Kepala Seksi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Otoritas Bandar Udara Wilayah IV dan GM Perum LPPNPI (Airnav) Cabang Denpasar.

GM Yanus menekankan peranan penting dari sinergi antar instansi. “Ketiga instansi ini sangat berperan dalam memberikan keyakinan kepada pengguna jasa di Bandar Udara ini, sehingga dalam penanganan-penanganan seandainya terjadi hal yang tidak kita inginkan, dapat diatasi dengan cepat,” ucap Yanus.

“Hari ini kita akan memulai suatu bentuk agreement, di mana kita saling membutuhkan. Tidak hanya di dalam kertas ini saja. Kita harus bekerja sama dan kita tunjukkan bahwa sinergi kita dalam mengatasi hal-hal yang terkait dengan penerbangan bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat,” lanjut Yanus.

Ade Yuliana selaku Kepala Seksi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Otoritas Bandar Udara Wilayah IV menambahkan, hal tersebut merupakan suatu bentuk peningkatan koordinasi. Sesuai dengan aturan yang ada, bahwa setiap Bandar Udara harus memiliki komite penanganan emergency. (ari)