Majelis Dzikir Nurul Qodiri Indonesia Gelar Doa Keselamatan Bangsa

    


Penampilan grup Hadrah MIZINQ dari Rutan Purworejo, saat di pengajian akbar, Majelis Dzikir Nurul Qodiri Indonesia, yang berpusat di Desa Kedungsari, Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk Keselamatan Bangsa, Majelis Dzikir Nurul Qodiri Indonesia Gelar Doa Bersama

Majelis Dzikir Nurul Qodiri Indonesia, yang berpusat di Desa Kedungsari, Purworejo, menggelar pengajian akbar, dzikir dan doa bersama untuk keselamatan bangsa, Minggu (25/8) malam, di markas besar setempat.

Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah ini, menghadirkan Kyai Kembar, KH Khoirudin dan KH Nuruddin, pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Qodiri, Dusun Seneposari, Desa Barurejo, Kecamatan, Siliragung, Banyuwangi sebagai penceramah.

Pengajian akbar, dzikir dan doa bersama Majelis Dzikir Nurul Qodiri Indonesia, yang berpusat di Desa Kedungsari, Purworejo, Minggu (25/8) malam - foto: Sujono/Koranjuri.com

Pengajian akbar, dzikir dan doa bersama Majelis Dzikir Nurul Qodiri Indonesia, yang berpusat di Desa Kedungsari, Purworejo, Minggu (25/8) malam – foto: Sujono/Koranjuri.com

Hadir pula, KH Thoifur Mawardi, pengasuh Ponpes Daarut Tauhid, Kedungsari, Purworejo, Kabag Kesra Setda Purworejo, Fatkhurohman, mewakili Bupati Purworejo, jajaran Forkopimca, Kepala Rutan Purworejo, serta segenap tamu undangan.

Dijelaskan oleh Kang Mamat, atau yang akrab disapa Kyai Merah, selaku Ketua Majelis Dzikir Nurul Qodiri Indonesia, bahwa doa bersama untuk keselamatan bangsa itu, sebagai bentuk tindak lanjut dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan, supaya pengorbanan mereka tidak sia-sia

“Sebagai generasi muda, kita harus berkarya dan berdoa. Salah satunya, dengan dzikir bersama ini,” ujar Kyai Merah.

Menurut Kyai Merah, Majelis Dzikir Nurul Qodiri Indonesiai, cabangnya ada di 23 propinsi. Hingga tahun 2017, jumlah anggotanya mencapai 97 ribu. Dari jumlah tersebut, 60 persennya merupakan eks pelaku kejahatan. Dzikir ini, dilaksanakan setiap malam Senin, ditambah dengan manakiban.

Selama pengajian Akbar, para jamaah dihibur dengan penampilan grup Hadrah MIZINQ (Majelis Dzikir Nurul Qodiri Indonesia) dari Rutan Purworejo. Grup ini beranggotakan sebelas personil, gabungan dari warga binaan maupun karyawan dan Dharma Wanita Rutan Purworejo.

Penampilan grup Hadrah Rutan Purworejo ini, baru pertama kali pentas di luar, setelah terbentuk tiga Minggu sebelumnya. Meski baru pertama kali, namun berkat rutinnya berlatih, menjadikan penampilannya tak mengecewakan

“Penampilan ini, bisa untuk membuka wawasan masyarakat, bahwa pembinaan yang kita lakukan ini benar-benar dilaksanakan,” ujar Lukman Agung Widodo, Karutan Purworejo, Senin (26/8).

Dengan seringnya tampil, Lukman Agung Widodo mengharapkan supaya grub Hadrah Rutan Purworejo penampilannya makin bagus dan makin digemari masyarakat. (Jon)