Mainkan Peran Medsos Tepis Berita Hoaks

    


Ilustrasi

KORANJURI.COM – Kontens hoaks seolah-olah sudah dianggap benar oleh khalayak. Namun dibalik isi berita hoaks ada maksud menyesatkan yang tak bertanggungjawab. Disitulah, menurut Staf Ahli Komunikasi Media Massa Kementerian Kominfo Dony BU, kontens Hoaks dibuat dalam banyak konten dan berbagai bentuk informasi.

“Ada bentuk artikel berita maupun dalam bentuk info grafis. Intinya menyakinkan pembaca bahwa kontens yang dimaksud diiyakni kebenarannya oleh publik,” jelas Dony BU di Hotel Grand Cempaka, Jakarta.

Dengan memanfaatkan pengguna media sosial aktif yang di Indonesia mencapai 106 juta orang, pendistribusian konten hoaks semakin mudah dilakukan. Menurut Dony, Indonesia memiliki jumlah pengguna internet mencapai 132,7 juta jiwa.

Maraknya fenomena berita hoaks, dinilai Dony bukan karena banyaknya pembuat ‘kontens bohong’ itu. Jika dibandingkan dengan situs berita online yang memberitakan fakta, situs kontens hoaks, menurut Dony, jauh lebih kecil.

Hanya saja, menurut Dony BU, para pengelola media online tidak memainkan peran di media sosial untuk mengimbangi penyebaran berita hoaks.

“Sementara hoaks didesain sedemikian rupa agar menarik dibaca dan berita yg baik tidak disosialisasikan secara luas melalui sosial media,” ujar Dony. (Way)