Mahfud MD: Penetapan Paslon di Pilkada Rawan Penularan Covid-19

    


Menkopolhukam Mahfud MD - foto: screenshot

KORANJURI.COM – Menkopolhukam Mahfud MD menyebut, tahapan Pilkada penetapan pasangan calon kepala daerah rawan terjadinya penyebaran covid-19. Klaster baru bisa saja timbul. Hal itu, menurut Mahfud harus diantisipasi.

Bagi daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak tahun ini, penetapan paslon berlangsung pada 23 September 2020.

“Kontestan yang lolos, punya kecenderungan unjuk kekuatan. Sebaliknya yang tidak lolos, berpotensi mengajukan gugatan yang kita khawatirkan membuat situasi memanas,” kata Mahfud di Jakarta, Jumat, 18 September 2020.

Menkopolhukam memimpin rapat koordinasi khusus secara virtual dalam membahas peta kerawanan serta penegakan hukum dalam Pilkada serentak tahun 2020, Jumat, 18 September 2020.

Dari Bali, rapat diikuti oleh Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali I Dewa Agung Lidartawan.

Mahfud menambahkan, seluruh daerah yang menggelar Pilkada perlu segera melaksanakan rakor yang melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, lembaga pelaksana dan pengawas pemilu, parpol serta tim sukses dari pasangan calon.

Ia juga menyarankan agar setiap daerah menandatangani pakta integritas atau deklarasi terkait kepatuhan peserta Pilkada terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Ini akan menjadi ikatan moral, selain penegakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku di tiap daerah,” ujarnya.

Selain antisipasi penyebaran covid-19, daerah juga diingatkan adanya potensi aksi massa yang dapat menganggu keamanan. Ia berharap, seluruh komponen memetakan kerawanan dan menentukan langkah antisipasi. (Way/*)