Mahalnya Harga Tanah Jadi Alasan Program Sejuta Rumah Tidak Jalan di Bali

    


Ilustrasi rumah sederhana | housing-estate.com

KORANJURI.COM – Pelaksanaan program sejuta rumah di Bali diprediksi mengalami banyak kendala. Kepala Cabang Bank Tabungan Negara Denpasar, Andika Simanjuntak mengatakan, harga tanah yang sangat mahal jadi alasan program nasional ini tidak dapat berjalan sesuai harapan.

“Itu kan dibatasi harga maksimal Rp 126 juta, jadi di provinsi Bali agak kesulitan mengingat harga tanah di Bali cukup tinggi,” terang Andika di Denpasar, 5 Desember 2015.

Khususnya di Denpasar, Andika memperkirakan, program sejuta rumah tidak jalan. Namun pihaknya mencatat pengajuan kredit oleh masyarakat terhadap program rumah murah ini sudah cukup banyak. Hanya saja, tidak ada suplai yang mendukung terbangunnya rumah murah di Bali.

“Demand banyak, tapi suplai yang nggak ada. Ini ada sesuatu yang salah yang harus diperbaiki supaya antara suplay dan demand tidak terpaut jauh,” kata Andika.

BACA: Bali Usulkan 2.000 Unit Perbaikan Rumah untuk Program Sejuta Rumah

Di Provinsi Bali sendiri, Pemprov Bali melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengusulkan 2.000 unit rehab rumah dalam bentuk program bedah rumah.

“Kalau di Bali kan kita mengenal bedah rumah. Kalau di Kementerian PU-Pera ada macam-macam jenisnya, ada yang rehab, ada permohonan baru. Yang kita usulkan ke pusat untuk perbaikan rumah,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, Nyoman Astawa Riadi di kantor PU jalan Beliton, Denpasar, 1 Desember 2015.

Dari 2.000 unit perbaikan rumah baru itu, menurut Astawa Riadi, tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Bali. Selain itu, Pemprov Bali melalui dinas PU akan memberikan kemudahan untuk PNS golongan rendah memiliki rumah sederhana dalam bentuk Rumah Susun.

“Kita rencanakan ada rumah susun untuk PNS golongan rendah agar bisa punya rumah sendiri,” kata Astawa Riadi.

way

Hits: 0