Maestro Kendang Bali Tjokorda Alit Hendrawan Berpulang

    


Almarhum Tjokorda Alit Hendrawan ketika masih aktif berkecimpung di dunia seni penabuhan gamelan Bali - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kabar duka menyelimuti bumi seni Gianyar, salah satu tokoh seni Bali Tjokorda Alit Hendrawan (79) asal Puri Peliatan, Ubud, Gianyar, berpulang setelah dirawat di ruang Wing RSUP Sanglah, Denpasar, Sabtu (2/5/2020) malam.

Tjokorda Alit Hendrawan dikenal sebagai salah satu maestro kendang di Bali.
Orang dekat mendiang, I Wayan Wija mengungkapkan, Tjokorda Alit Hendrawan sempat menjalani perawatan di dua rumah sakit swasta. Bahkan disebutkan sudah berulang menjalani perawatan.

“Sering bolak-balik rumah sakit. Pertama masuk rumah sakit karena sesak napas, lalu tulang belakang beliau bergeser padahal tidak pernah jatuh, lalu ada juga komplikasi paru-paru. Usia beliau saat ini kalau tidak salah 79 tahun,” ujarnya.

Dilanjutkan Wija, layon atau jenazah mendiang akan dipulangkan pada 6 Mei 2020. Pelaksanaan pemakaman mekingsan ring geni pada 8 Mei 2020.

“Informasinya tanggal 6 layon budhal, tanggal 8 mekingsan ring geni. Untuk pelebonnya menunggu situasi normal,” ungkapnya.

Kepergian mendiang telah mengguncang insan seni. Satu diantaranya seniman asal Desa Padangtegal Ubud, I Nyoman Dayuh. Ia yang selama ini menimba ilmu pada mendiang, mengaku telah kehilangan sumber ilmu.

“Kita kehilangan sumber ilmu yang patut dilestarikan,” ujar Dayuh.

Menurut Dayuh, mendiang Tjokorda Alit Hendrawan merupakan tokoh seniman besar, yang selalu bersemangat membagikan ilmunya pada orang yang datang untuk belajar.

“Beliau sosok seniman panutan, yang tidak pernah bosan membagikan ilmunya pada generasi muda,” kenangnya. (ning)