Made Taro Terima Penghargaan atas Dedikasinya di Dunia Sastra

    


Janet De Neefe, Made Taro (tengah) dan Ketut Suardana - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Made Taro, sosok yang mengabdikan diri pada dunia sastra dongeng selama 46 tahun masa hidupnya, mendapatkan penghargaan Lifetime Achievement Award dari Ubud Writers & Readers Festival (UWRF).

Penghargaan diserahkan oleh pendiri Yayasan Mudra Sari Saraswati yakni, pasangan suami istri Ketut Suardana dan Janet De Neefe. Penghargaan itu diserahkan pada Gala Opening of Ubud Writers & Readers Festival 2019 di Puri Ubud, Rabu, 23 Oktober 2019.

Made Taro saat ini berusia 73 tahun dan telah menghasilkan lebih dari 40 judul buku. Dua buku diantaranya telah diterbitkan di Amerika Serikat dan Thailand.

“Terkejut sekaligus gembira mendapatkan penghargaan ini. Saya bertanya-tanya, apa sebab dapat penghargaan,” kata Made Taro usai menerima penghargaan itu.

Tahun ini, Ubud Writers & Readers Festival menghadirkan 180 penulis dari 30 negara. Beberapa penulis nasional dan juga ikut menyemarakkan Festival terbesar di Asia itu. Ketut Suardana yang menginisiasi Festival itu di tahun 2004 mengatakan, UWRF menjadi Festival terlama di Indonesia dan masuk 5 terbaik di dunia versi Telegraph UK.

“Sekarang sudah keenambelas kali Festival ini berlangsung,” kata Suardana.

Selama pelaksanaan sampai 27 Oktober 2019, Festival Sastra itu banyak menggelar kegiatan diantaranya, workshop dan seminar. Ketut Suardana menambahkan, peserta akan membahas banyak hal, yang nantinya bakal melahirkan sastrawan-sastrawan muda. (Way)