MA An Nawawi Berjan Buka Pendaftaran Siswa Baru, Ini Syaratnya

    


H. Sahlan, SAg, MSi, Kepala MA An Nawawi, Berjan Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – MA An Nawawi Berjan, Purworejo, untuk tahun pelajaran 2020/2021, membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Pendaftaran dibuka mulai Sabtu (9/5) hingga Jum’at (5/6/2020).

Untuk syarat umum calon peserta didik baru ini, beragama Islam, memiliki surat keterangan lulus SMP/MTs atau sederajat, usia pada saat mendaftar maksimal 17 tahun, sehat jasmani dan rohani.

Bersedia mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kurikulum terintegrasi Pondok Pesantren, bersedia untuk tidak indekos atau sewa rumah (kontrak) bagi santri laju, dengan jarak laju dari PP An Nawawi dalam radius maksimal 10 km, serta bersedia untuk mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan Pondok Pesantren.

“Pendaftarannya secara online melalui web : www.annawawiberjan.or.id. Ikuti saja petunjuknya dalam web tersebut,” jelas H. Sahlan, SAg, MSi, Kepala MA An Nawawi, Berjan Purworejo, Sabtu (9/5).

Menurut Sahlan, dalam PPDB online kali ini, MA An Nawawi menargetkan penerimaan untuk 12 kelas, dengan jumlah siswa perkelas 38 siswa. Sahlan optimis, target tersebut akan tercapai.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, ungkap Sahlan, dari jumlah pendaftar yang masuk, 60 persennya merupakan siswa dari kalangan internal Ponpes An Nawawi, yakni dari MTs An Nawawi. Sisanya yang 40 persen, merupakan siswa dari luar pondok.

“Bahkan pendaftar sampai melebihi kuota. Mereka yang belum diterima, kami sarankan untuk ikut kelas persiapan, guna mendalami kitab kuning di pondok. Hampir mencapai tiga kelas, untuk siswa di kelas persiapan ini, dan tahun ini masuk kelas X,” ujar Sahlan.

MA An Nawawi Berjan di tahun pelajaran 2020/2021, menerapkan kurikulum 2013 terintegrasi dengan madrasah dininyyah Pondok Pesantren. Untuk penerapan kurikulum terintegrasi ini, sudah berjalan memasuki tahun kedua.

Dengan kurikulum terintegrasi, apa yang menjadi keunggulan pondok, juga menjadi keunggulan sekolah. Begitu juga sebaliknya. Dalam hal kegiatan, juga tak terjadi benturan, antara kegiatan sekolah dengan kegiatan pondok.

“Dengan kurikulum terintegrasi, lebih nyaman dalam mengatur kegiatan. Bisa saling melengkapi,” terang Sahlan.

Lebih jauh Sahlan menjelaskan, output dari lulusan MA An Nawawi sendiri, untuk tahun lalu, 40 persennya melanjutkan ke STAI An Nawawi, dan sisanya ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. Di STAI An Nawawi, memiliki empat prodi, yakni, Perbankan Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Al Syakhsiyyah.

“Tahun ini, ada tiga alumni MA An Nawawi yang lolos seleksi di perguruan tinggi negeri, yakni di IAIN Salatiga, dan UIN Walisongo,” pungkas Sahlan. (Jon)