Lomba Ujian SIM dan Donor Darah, Meriahkan Hari Lalu Lintas ke 65 di Satlantas Polres Purworejo

    


Pelaksanaan donor darah dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 65 di Satlantas Polres Purworejo, Senin (21/09/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dalam rangka memeriahkan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 65, Satlantas Polres Purworejo mengadakan berbagai kegiatan, diantaranya Lomba Ujian SIM dan Donor Darah.

Untuk ujian SIM, ditujukan bagi para pemohon SIM baru. Dari lomba yang diadakan dari Kamis (17/09/2020) hingga Sabtu (19/09/2020) itu, diikuti oleh 34 peserta, dengan rincian, 9 pemohon SIM A, dan 25 pemohon SIM C.

“Tujuannya, meningkatkan kemampuan dan keterampilan para peserta dalam berkendara di jalan raya, sehingga peserta memiliki kompetensi dalam mengemudikan kendaraan,” jelas Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Lelono Windi Bramantyo, Senin (22/09/2020).

Dari hasil lomba ujian SIM tersebut, kata Bramantyo, akan diambil tiga peserta dengan hasil nilai tertinggi, untuk diambil juara 1, 2, dan 3. Nantinya, para juara ini akan mendapatkan reward berupa piagam dan kenang-kenangan dari Satlantas Polres Purworejo.

Hadiah akan diserahkan pada apel pagi bertepatan dengan HUT lalu lintas Bhayangkara ke 65, Selasa (22/09/2020), di halaman kantor satlantas. Dalam apel juga ada pemberian reward bagi anggota internal lantas yang berkinerja dan berdedikasi baik.

Untuk donor darah, kata Bramantyo, dilaksanakan Senin (21/09/2020), dengan melibatkan perwakilan dari masing-masing instansi, seperti TNI, Dishub, Satlol PP, RPJ, Satbrimob, Bhayangkari, dan polsek jajaran, dengan target 70 an peserta.

“Setelah donor darah, dilanjutkan dengan kegiatan baksos kepada para korban lakalantas yang sangat membutuhkan pertolongan,” jelas Bramantyo.

Menurutnya, ada tiga korban lakalantas yang akan disambangi, yakni, Suwarsono, warga Krajan Lor, Gintungan, Gebang, Suharyono, warga asrama Kodim komplek DKT, dan Dwi Nusantari, warga Golok, Banyuurip.

“Dalam baksos kita berikan santunan dan bingkisan sembako,” pungkas Bramantyo. (Jon)