LKS SMK Tingkat Kabupaten Purworejo Dibuka, Pertandingkan 23 Mata Lomba

    


Prihestu Hartomo, S.Pd, MSi, Kasi SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, saat membuka LKS SMK tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2019, Senin (2/9) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tahun 2019 tingkat Kabupaten Purworejo, dimulai. Lomba yang dilaksanakan selama empat hari, dari Senin (2/9) hingga Kamis (5/9) itu, secara resmi dibuka oleh Prihestu Hartomo, S.Pd, M.Si, Kasi SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, Senin (2/9), yang ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam acara pembukaan yang dihadiri para kepala SMK se Kabupaten Purworejo itu, juga ada pengucapan janji juri dan peserta. Melalui perwakilan, juri akan menjunjung tinggi sportifitas dan berlaku adil. Dan peserta, akan mematuhi peraturan, dan mengikuti lomba dengan semangat yang tinggi.

Dijelaskan oleh Gandung Ngadino, SPd, selaku Ketua MKKS SMK se Kabupaten Purworejo, dalam LKS tersebut, diikuti oleh 42 SMK, negeri dan swasta se Purworejo. Jumlah peserta lomba, 163 orang.

Menurut Gandung Ngadino, ada 23 jenis mata lomba yang diperlombakan, dari 8 kelompok SMK, yang terbagi dalam 28 kompetensi keahlian. Mata lomba ini, Automobile Technology, Industrial Control, Mould Making, Pattern Making (Prototype Modelling), Welding, CNC Milling, Production Machine (CNC Turning), Electrical Instalation/Commercial Wiring, Bricklaying, Wall & Floor Tilling, Teknik Sepeda Motor.

Graphic Design Technology, Auto CAD/CAD Building, Computer Aided Design & Drawing, Information Technology/Network Support, Animation, Ladies Dressmaking, Hotel Acomodation, Secretary/Bilingual Secretary, Marketing/Visual Marchandising, Accounting, Keperawatan, dan Farmasi.

“Ajang LKS ini, merupakan salah satu implementasi dari program Presiden Jokowi, dalam meningkatkan SDM, yang kini tengah digencarkan,” ujar Gandung Ngadino.

Untuk pelaksanaan lomba sendiri, kata Gandung Ngadino, dilaksanakan di beberapa tempat (sekolah). Untuk pembiayaan pelaksanaan LKS, dibiayai secara mandiri oleh MKKS.

“Semoga pelaksanaan lomba berjalan lancar, dan bisa menghasilkan juara yang bagus, sebagai bekal siswa setelah tamat dari SMK nantinya,” harap Gandung Ngadino.

Hal tak jauh berbeda, juga diungkapkan Prihestu. Menurutnya, LKS (kompetensi siswa) merupakan ruhnya SMK, yang penguatannya sudah dilakukan sejak 2008. Lebih jauh, Presiden Jokowi sendiri telah mengeluarkan Inpres no 9 tahun 2016, terkait dengan revitalisasi SMK.

Arah dari kebijakan presiden ini, kata Prihestu, penguatan kelembagaan SMK dari segi 8 standar nasional, yang dikuatkan pada bagaimana proses pada lembaga SMK ini bisa memberikan output siswa-siswanya supaya mempunyai kompetensi yang sesuai DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri).

“Selama ini link and match kita galakkan, sehingga standarisasi dari LKS ini betul-betul standar yang ada di DUDI. Dengan LKS ini, nantinya bisa memberikan impact pada anak didik peserta lomba, sehingga memiliki kompetensi sesuai yang menjadi aspek penilaian kinerja dalam DUDI,” kata Prihestu. (Jon)