Lima Paket Pekerjaan Jalan Poros Desa di Purworejo Mulai Dikerjakan

    


Suranto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bersumber dana dari APBD, Pemkab Purworejo tahun ini membangun lima jalan poros desa yang terbagi menjadi lima paket pekerjaan.

Dengan nilai total anggaran sekitar Rp 4,8 milyar, lima paket pekerjaan jalan poros desa ini sesuai kontrak mulai dikerjakan 6 Agustus hingga 3 Desember 2021.

“Proyek jalan poros desa ini merupakan aspirasi DPRD,” ujar Suranto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo, Jum’at (27/08/2021).

Kelima paket jalan poros desa ini, paket 1 dengan nilai kontrak Rp 695 juta, oleh CV Manunggal, lokasi di Desa Pandanrejo, Kaligesing, paket 2 dengan nilai kontrak Rp 659 juta oleh CV Sinta Devi, lokasi di Desa Sruwoh, Butuh dan Mayungsari, Bener.

Paket 3, nilai kontrak Rp 2,1 milyar, oleh CV Wahana Sakti, lokasi di Desa Dilem, Kemiri, paket 4, nilai kontrak Rp 706 juta, oleh CV Anggun Jaya Mandiri, lokasi di Desa Legetan, Bener, dan paket 5, nilai kontrak Rp 703 juta, oleh CV Banjarsari, lokasi di Desa Majir, Kutoarjo.

“Selain itu, juga ada pekerjaan fisik penanganan jalan dan jembatan, dengan sumber dana dari DAK dan APBD tahun anggaran 2021,” jelas Suranto.

Dari DAK reguler / penugasan dengan jumlah anggaran total mencapai Rp 26,9 milyar, ungkap Suranto, ada tiga paket peningkatan kapasitas struktur jalan, yakni, Krendetan-Somorejo dengan nilai kontrak senilai Rp 6,5 milyar, dikerjakan oleh PT Ahza Putra Mailanik.

Peningkatan struktur jalan Popongan – Banyuurip, nilai kontrak Rp 11,4 milyar, dikerjakan oleh PT New Cakti dan rekontruksi/peningkatan kapasitas struktur jalan Kalijambe-Cacaban, nilai kontrak Rp 8,9 milyar, yang dikerjakan oleh PT Tawakal Tsani Makmur.

“Tiga proyek fisik itu dikerjakan dengan kontrak pelaksanaan antara bulan Mei hingga Oktober 2021,” jelas Suranto.

Pekerjaan lainnya, kata Suranto, ada 12 pekerjaan jalan dan jembatan dengan sumber dana APBD Kabupaten Purworejo dengan total anggaran mencapai Rp 44,4 milyar.

Proyek ini, meliputi peningkatan jalan Jatingarang-Krandegan, senilai Rp 3,3 milyar oleh CV Sanepo, peningkatan jalan Kalirejo-Hargorojo, senilai Rp 2,8 milyar oleh CV Karya Indah, peningkatan jalan Karangrejo-Ngaran, senilai Rp 5 milyar oleh PT Cakra Utama Ascarya, peningkatan jalan Kemiri-Pakisarum, senilai Rp 5,8 milyar oleh PT Serba Guna Muliatama.

Peningkatan jalan Kemiri-Pituruh, senilai Rp 7,1 milyar oleh PT New Cakti, peningkatan jalan Semawung-Semawung Daleman, senilai Rp 2,8 milyar oleh CV Naro Wijaya, peningkatan jalan Sruwoh-Suren, senilai Rp 2 milyar oleh CV Citra Sakti Nusantara, peningkatan jalan Tamansari-Sidomulyo, senilai Rp 2,5 milyar oleh CV Guna Mulya Tama, pemeliharaan berkala jalan Tentara Pelajar, senilai Rp 3,3 mikyar oleh PT Tawakal Tsani Makmur.

Penggantian jembatan Hargorojo (ruas jalan Bagelen-Hargorojo), senilai Rp 2,8 milyar oleh CV Naro Wijaya, penggantian jembatan Palpitu (ruas jalan Jeketro-Donorejo), senilai Rp 4,2 milyar oleh PT Cakra Utama Ascarya dan penggantian jembatan Tunggulrejo (ruas jalan Grabag-Wunut), senilai Rp 2,4 milyar oleh CV Citra Sakti Nusantara.

“Kita berharap, pembangunan fisik baik jalan dan jembatan itu bisa selesai tepat waktu dengan hasil baik sesuai harapan,” pungkas Suranto. (Jon)