Lestarikan Tradisi Malam Pengerupukan dengan Ogoh-ogoh

    


Tokoh Puri Gerenceng Anak Agung Ngurah Agung bersama anak-anak di kawasan Perumahan Nangka Indah Residence, Denpasar - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Parade ogoh-ogoh akan berlangsung pada Rabu, 6 Maret 2019 malam. Ogoh-ogoh akan diarak keliling kota menjelang pelaksanaan Catur Brata Penyepian bagi umat Hindu di Bali.

Menyemarakkan tradisi pada malam Pengerupukan atau sehari menjelang Nyepi, tokoh Puri Gerenceng Anak Agung Ngurah Agung memberikan sebuah boneka ogoh-ogoh kepada anak-anak di kawasan Perumahan Nangka Indah Residence, Denpasar.

“Selain untuk menyemarakkan pengerupukan, ogoh-ogoh itu juga sebagai simbol tradisi yang harus tetap dilestarikan, terutama untuk generasi mendatang,” jelas AA. Ngurah Agung, 5 Maret 2019.

Ngurah Agung menambahkan, boneka ogoh-ogoh yang diserahkan sebagai bentuk partisipasi untuk masyarakat di malam pengerupukan. Nyepi menurutnya menjadi tradisi khas yang ada di Bali.

Seluruh aktifitas akan berhenti selama sehari semalam. Terkhusus umat Hindu Bali disertai dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian yakni, amati Geni, amati Lelanguan, amati lelungan dan amati karya. (Way)