Layanan ‘Teman Bus’ Beroperasi di Bali, Kemenhub Gelontor 105 Unit Bus

    


Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Kota Denpasar AAN Rai Iswara melakukan pemgguntingan pita pada launching layanan berbasis transportasi masal Tran Metro Dewata di Pasar Badung, Denpasar, Senin, 7 September 2020 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Denpasar menjadi kota ketiga peresmian transportasi umum ‘Teman Bus’ setelah Solo dan Palembang. Transportasi umum berbasis masal ini mulai mengaspal di Pulau Dewata pada Senin, 7 September 2020.

Dalam masa uji coba, pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Darat masih menggratiskan tarif hingga Desember 2020. Bus berukuran tiga perempat itu beroperasi dalam 4 trayek. Namun untuk awal operasi, pengelola masih melayani satu trayek yakni, koridor 2 tujuan GOR Ngurah Rai-Bandara Ngurah Rai dan sebaliknya.

“Disediakan melalui anggaran Kementerian Perhubungan dan Bali menjadi istimewa karena diberikan 105 unit,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di Denpasar, Senin, 7 September 2020.

Indikator kemajuan sebuah kota atau negara salah satunya diukur dari ketergantungan warganya terhadap transportasi umum. Budi menambahkan, beberapa kota besar, pemerintah daerahnya harus menyiapkan transportasi masal.

“Pengembangan angkutan umum berbasis jalan diharapkan dapat mengintervensi angkutan umum di Indonesia,” kata Budi.

Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan operasional bus dengan layanan aplikasi itu. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian Dirjen Perhubungan Darat yang telah membantu Bali dalam menyediakan fasilitas angkutan umum.

“Bali diberikan bus dalam jumlah yang sangat banyak, yakni 105 unit. Luar biasa. Sudah itu yang membuat saya tertarik, desainnya tiga warna yakni merah putih dan hitam. Warnanya khas untuk Bali, namanya tridatu. Itu bawa suasana tersendiri,” kata Koster.

Dikatakan Gubernur, pihaknya saat ini harus memulai mengarahkan moda transportasi pribadi ke transportasi publik. Ia mengatakan, angkutan publik yang dinamakan Trans Metro Dewata ini, berbeda dengan Trans Sarbagita yang saat ini hilang kabar.

“Trans Sarbagita kan beda pengelolaannya. Ini baru, manajemennya yang beda,” ujarnya.

Untuk menarik minat masyarakat beralih ke transportasi publik, Koster mengatakan, desain bus ini cukup menarik. Selain itu, pengelolaannya juga lebih moderen berbasis aplikasi.

“Kalau dulu salah kelola, dan enggak menarik,” ujarnya.

Program Buy the Service pada Trans Metro Dewata ini merupakan skema pembelian layanan melalui aplikasi ‘Teman Bus’. Empat trayek layanan transportasi masal berbasis bus ini terintegrasi dengan trayek Trans Sarbagita, trayek AKDP, trayek pelayanan KSPN dan trayek angkot Denpasar.

Kepala Dinas Perhubungan Bali IGW Samsi Gunarta mengatakan, 4 trayek Trans Metro Dewata yakni, Terminal Pesiapan -Central Parkir Kuta, Bandara Ngurah Rai-Gor Ngurah Rai Denpasar, Pantai Matahari Terbit-Dalung Permai dan Ubud-Terminal Ubung.

“Aplikasi Teman Bus merupakan akronim dari Transportasi Ekonomis, Mudah, Aman dan Nyaman,” kata Samsi. (Way)