Latihan Ekstrim Serka Dewa Astawa Berbuah Manis di Ijen Green Run 2018

    


Serka Dewa Astawa, Babinsa Desa Buahan Koramil 04 Kintamani Kodim 1626/Bangli, berhasil meraih juara pertama untuk kategori 18 km dalam event Ijen Green Run 2018 di Banyuwangi, Jawa Timur - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Medan berat lari cross country di lereng Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil ditaklukkan Babinsa Desa Buahan Koramil 04 Kintamani Kodim 1626/Bangli, Serka Dewa Astawa. Dalam lomba lari lintas alam itu, Dewa Astawa berhasil memboyong trophy juara I
di kategori 18 km.

Green Ijen Run 2018 diikuti oleh 800 pelari dari dalam dan luar negeri. Event itu dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dengan mengambil titik start di Desa Tamansari, desa wisata yang berada di sekitaran lereng Gunung Ijen.

“Even ini tidak hanya kompetisi olahraga, tapi juga sebuah event turisme. Pelari bisa menikmati pemandangan alam Ijen yang indah di sepanjang lintasan,” ujar Dewa Astawa, Minggu, 8 April 2018.

Banyuwangi Ijen Green Run 2018 memiliki tiga kategori jarak tempuh. Masing-masing 6 km, 18 km, dan 33 km. Garis Stary dimulai dari 33 km, lalu dilanjutkan dengan 18 km, dan diakhiri di 6 km.

Event lomba lari tahunan ini juga menyajikan hadiah total jutaan rupiah bagi para pemenang lomba berdasarkan masing-masing kategori.

Dalam mempersiapkan lomba lari itu, Dewa Astawa menerapkan pola latihan yang cukup ekstrim. Sebagai Babinsa di wilayah pegunungan di Kintamani, Dewa Astawa mengaku selalu berlatih usai melakukan tugas kewilayahan teritorial.

Volume latihan yang diambilnya juga tergolong berat. Dia berlatih lari dengan rata-rata jarak tempuh 15-20 km. Medan yang diambilnya juga bervariasi.

Babinsa yang merupakan jebolan Kostrad di Jember ini ingin menepis pandangan jika selama ini prajurit kewilayahan menjadi prajurit sudah tua dan tak bisa mengukir berprestasi.

Selama mengikuti Ijen Green Run 2018, Dewa Astawa memiliki pengalaman unik. Saat pelepasan pelari, dikatakan Astawa didahului dengan ritual unik meminum air dari sebuah kendi. Ia memakna ritual tersebut sebagai simbol kesehatan dan kekuatan selama berlari.

Sementara, Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto memberikan apresiasi tinggi kepada Serka Dewa Astawa.

“Saya merasa bangga dan terharu atas prestasi terbaik yang dipersembahkan Serka Dewa Astawa,” jelas Andy Pranoto. (Way)