Lapor Jika Ada Gejala Mirip Corona, Tim Survailance RS Tjitrowardojo akan Jemput Pasien

    


Rapat koordinasi antisipasi Corona, di ruang Sekda Kabupaten Purworejo, Rabu (04/03) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Terkait merebaknya virus Corona (Covid-19) di berbagai belahan dunia, masyarakat Purworejo diminta untuk tidak panik, dan tetap selalu menjaga kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Sekda Purworejo Said Romadhon saat memimpin rapat koordinasi antisipasi Corona, di ruang Sekda, Rabu (04/03). Rapat diikuti Direktur RSUD Tjitrowardojo, Dinas Kesehatan, Kepala Dinas KUKMP, Kabag Kesra, Kabag Perekenomian dan Bagian Humas dan Protokol.

“Pemkab Purworejo sudah antisipasi hal itu, dengan mempersiapkan RSUD dr Tjitrowardojo dan 27 Puskesmas yang ada di Purworejo, untuk menangani warga masyarakat yang merasakan gejala seperti orang terpapar virus Corona (suspect Corona),” ungkap Said Romadhon.

Selain itu, kata Said Romadhon, apabila ada warga masyarakat yang merasakan gejala virus corona, bisa menghubungi nomor telepon RSUD dr Tjitrowardojo yaitu (0275) 321118 atau ke nomer Ika Endah Lestariningsih di nomor 081328121293.

“Pihak rumah sakit yang akan melakukan jemput bola, dengan mendatangi pasien di rumah tinggal pasien. Untuk biaya perawatan gratis yang akan ditanggung pemerintah daerah,” ujar Said Romadhon.

Terkait dengan kelangkaan masker, Sekda memerintahkan agar Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan para distributor. Diharapkan ketersediaan masker tercukupi. Jangan sampai ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil kepentingan pribadi, dengan menimbun.

Sedangkan mengenai aksi borong kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) ataupun rempah-rempah, Sekda meminta agar masyarakat tidak melakukan aksi borong. Dinas KUKMP dan Bagian Perekonomian untuk mengkoordinasikan dengan para distributor sembako.

“Namun bisa dipastikan bahwa stok sembako di Kabupaten Purworejo aman dan mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tandas Sekda.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur RSUD dr Tjitrowardojo Gustanul Arifin menambahkan bahwa ruangan isolasi telah disiapkan di ICU, dan ruang isolasi Airbone, serta ruangan yang disiapkan untuk alih fungsi sebagai ruang isolasi.

Dijelaskan pula pasien yang dimungkinkan terpapar virus Corona, gejalanya sesuai pedoman tata laksana Covid-19 adalah panas sampai dengan 14 hari, batuk pilek, dan pneumonia (sesak nafas).

Selain itu juga disertai faktor resiko yaitu kontak erat dengan pasien yang suspect Covid-19 atau dari perjalanan dari wilayah tertentu yang terdapat kasus Corona. (Jon)