Lansia Terlantar Keten-Marniah Akhirnya Ditangani Dinsos Bali dan BKKKS

    


Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra bersama Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Bali, Tjokorda Putri Haryani Sukawati, mengunjungi rumah pasutri lansia Keten-Marniah di kawasan Sekar Tunjung Denpasar - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Diantara bangunan-bangunan kokoh dan mewah di kawasan Sekar Tunjung, Denpasar, berdiri gubuk kecil beralas tanah yang ditinggali pasangan lanjut usia I Wayan Keten (66) dan Marniah (63).

Mereka pasangan dengan segala keterbatasan, yang harus bertahan hidup di tengah situasi dan kondisi yang berubah sedemikian cepat. Lengkap sudah penderitaan mereka. Hidup di rumah tak layak huni, tidur dengan pelindung kain kelambu tipis, dan berada di dalam bangunan yang ditopang kayu seadanya.

Bangunan itu cukup membahayakan dan sewaktu-waktu bisa saja roboh.

Ditambah lagi, Wayan Keten, suami dari Marniah, didera sakit yang mengharuskan lebih banyak di rumah. Untuk beranjak dari pembaringan pun susah, apalagi bekerja. Selama ini, pasutri lansia ini hanya mengandalkan bantuan dari kerabat maupun sanak saudara dan orang-orang yang peduli dengan kondisinya.

Cerita pilu pasutri lansia ini akhirnya diketahui oleh pemerintah provinsi Bali. Melalui Dinas Sosial, bantuan dan penanganan diberikan untuk mereka. Jumat, 1 November 2019, Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Bali, Tjokorda Putri Haryani Sukawati, berkunjung ke rumah Keten-Marniah.

“Kondisi Bapak Keten dan Ibu Marniah sangat memprihatinkan, karena itu pemerintah harus turun tangan memfasilitasi agar dapat penanganan lebih baik dan layak. Kesehatannya juga akan dipantau secara periodik,” kata pendamping hidup Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati ini, Jumat, 1 November 2019.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan, pihkanya akan memindahkan pasutri lansia itu ke Panti Jompo supaya mendapatkan penanganan maksimal.

“Secepatnya akan kami pindahkan ke panti jompo Werdha Syailendra, di Jimbaran. Kesehatannya juga akan ditangani lebih intensif,” jelas Dewa Mahendra.

Mengacu pada Perda No 11 Tahun 2018 tentang Kesejahteraan Lansia, pemerintah
masyarakat, dan keluarga bertanggung jawab atas terwujudnya upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia. Lanjut Usia juga mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam segala aspek kehidupan

“Selain kesehatan dan tempat tinggal yang layak nantinya yang bersangkutan akan mendapatkan kegiatan positif untuk mengisi hari tuanya, tidak merasa sendiri lagi,” ujarnya.

Usai kunjungan tersebut, rombongan mengunjungi Yayasan Metta Mama dan Maggha di Jalan Gunung Lawu, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat. Yayasan non profit itu menampung dan merawat bayi terlantar dan yang ditelantarkan. (*/Way)