Lahan Eks Galian C di Klungkung Bakal Disulap jadi Pusat Kebudayaan Bali

    


Pemetaan wilayah pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di lahan eks Galian C di Kecamatan Gunaksa, Klungkung - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Luas yang akan dibangun mencapai 334, 62 hektar. Terdiri dari Pemukiman Desa Tangkas Eksisting seluas 11,19 Ha, penetapan lokasi (penlok) Tahap I seluas 110,31 hektar, penlok tahap II 213, 12 hektar.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, ada 3 konsep dalam pembangunan yakni, pembangunan kawasan pusat Kebudayaan Bali. Konsep ini mengintegrasikan Kebudayaan Bali masa lalu, teknologi masa kini dan masa mendatang.

“Sehingga nilai-nilai luhur budaya dapat terwarisi secara berkelanjutan,” kata Koster saat Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Senin (16/11/2020).

Berikutnya adalah, pembangunan sarana edukasi, konservasi, rekreasi, dan areal ramah lingkungan berbasis IT. Termasuk, pembangunan akses perhubungan darat, laut dan pengembangan infrastruktur yang aman dan ramah lingkungan.

Lahan di Eks Galian C, Gunaksa, Klungkung ini, kata Koster, dulu wilayah yang rusak, pasca Gunung Agung meletus di tahun 1963. Lahan persawahan yang subur tertutup aliran lahar dingin seluas lebih dari 300 hektar.

Tahun 1963-2002 wilayah tersebut jadi lokasi penambangan Galian C. Eksploitasi yang dilakukan menyebabkan kerusakan wilayah pesisir di Gunaksa. Perijinan tambang kemudian ditutup oleh Pemkab Klungkung.

“Tahun 2002-2017, wilayah pesisir Tangkas, Gunaksa, dan sekitarnya jadi lahan kosong, terbengkalai. Usulan dan ide untuk mengelola wilayah tersebut juga gagal,” kata Koster.

Tahun 2017, erupsi Gunung Agung kembali mengalirkan lahar dalam volume besar. Wilayah galian itu semakin tidak bisa dimanfaatkan.

“Kita harus melakukan upaya pelindungan, sekaligus mengembangkan wilayah ini agar bermanfaat,” jelasnya. (Way)