Lahan 1.272 Hektar Disiapkan Untuk Ketahanan Pangan di Rote Ndao

    


Desa Wisata Jatiluwih di Desa Penebel Kabupaten Tabanan, sebagai desa wisata dengan panorama sawah berundak - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – ‘Lakamola Anan Sio’ atau Ketahanan Pangan dalam bahasa daerah Nusa Tenggara Timur jadi fokus perhatian Pemkab setempat. Percepatan program Ketahanan Pangan itu diadakan dengan menyiapkan lahan siap tanam seluas 1.272 hektar.

“Lahan baru itu tersebar di lima desa yakni, Desa Daiama 10 Ha, Desa Daurendale 90 Ha, Desa Sotimori 10 Ha, desa Lifuleo 59 Ha dan desa Bolatena 10 Ha” jelas Camat Landu Leko, Jostaf Faah, 7 Desember 2015.

Untuk tanaman jagung, kacang-kacangan dan umbi-umbian terdapat 210 hektar yang tersebar di enam desa, yakni desa Tenalain, desa Daiama, desa Daurendale, desa Sotimori, desa Lifuleo dan desa Bolatena.

“Musim panen tahun ini, hasil panen rata-rata mencapai 9 ton per Hektar” ujar Faah.

Lahan siap tanam itu dilengkapi pemagaran kawat duri untuk antisipasi gangguan hewan ternak.

Sementara, salah satu ketua kelompok Tani di Landu, Sehan Johannis mengatakan pihaknya saat ini mengalami kendala pupuk dan menunggu delivery order (DO) pengecer.

“Sampai sekarang petani belum menerima pupuk. Kami sudah mendatangi pengecer di Pantai Baru namun belum punya persediaan pupuk di gudang pengecer,” kata Sehan.

Selain pupuk, Ia juga berharap pemerintah membantu menyediakan traktor untuk pembajakan dan penggemburan sawah kepada kelompok tani.
 
 
zak