Lagi, Yoga Massal di Ubud Dibubarkan, 2 Warga Rusia Disanksi Deportasi

    


Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Denpasar menjatuhkan sanksi deportasi kepada dua warga asing asal Rusia. Mereka melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan ijin tinggalnya dan mengganggu ketertiban umum - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Dua warga asing kembali berurusan dengan pihak Imigrasi Denpasar. Keduanya merupakan warna negara Rusia masing-masing, Rodion Antonkin (laki-laki/49) dan Albina Mukhamadullina (perempuan/39).

Keduanya diamankan karena mengumpulkan massa berjumlah banyak dalam kegiatan yoga massal di Ubud pada 14 Juli 2020.

Humas Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Dharma mengatakan, mereka juga memungut biaya dalam kegiatan yoga yang diadakan.

“Memungut biaya untuk dirinya, secara pribadi juga bekerja di sebuah vila di Ubud,” kata Surya, Sabtu, 25 Juli 2020.

Disebutkan, warga asing itu masuk ke Indonesia pada tanggal 4 dan 14 Maret 2020 dengan menggunakan visa bebas. Sehingga, dilarang melakukan aktifitas ekonomi di Indonesia.

Surya mengatakan, karena kurang alat bukti, petugas tidak bisa melanjutkan ke proses pidana. Namun keduanya dikenakan sanksi administratif Keimigrasian berupa deportasi.

“Namanya juga dicantumkan dalam daftar tangkal pada kesempatan pertama,” jelasnya.

Sambil menunggu proses deportasi, keduanya ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar sejak Jumat (24/7/2020). Hal itu dilakukan karena mereka tidak punya biaya kepulangan ke negaranya.

Seperti informasi yang ada, penempatan ke Rudenim Denpasar juga mempertimbangkan deteni Albina Mukhamadullina mengidap virus HIV. (Way/*)