Kuras ATM Teman, Karyawan Dealer Ini Masuk Bui

    


Kapolsek Purworejo, Iptu Sukardi, menunjukkan barang bukti dan tersangka GJD - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – GJD (29), warga Desa Popongan, Banyuurip, Purworejo, terpaksa berurusan dengan polisi. Karyawan bagian marketing sebuah dealer sepeda motor di jalan Brigjend Katamso Purworejo ini, nekat mencuri ATM milik temannya sendiri, Venia (23), dan menguras isinya.

Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini GJD ditahan di Mapolsek Purworejo. Ancaman hukuman lima tahun telah menantinya.

Dijelaskan oleh Iptu Sukardi, Kapolsek Purworejo, pencurian ATM yang dilakukan tersangka, terjadi pada Sabtu (10/8) lalu, di kantor tempat tersangka dan korban bekerja. Karena sering bertransaksi dengan ATM milik korban, tanpa kesulitan tersangka menguras isi ATM tersebut.

“Tersangka tahu pin ATM BRI milik korban. Total uang yang dia ambil melalui sejumlah gerai ATM ini mencapai Rp 12,9 juta, dan yang tersisa Rp 134 ribu,” jelas Sukardi, yang didampingi Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah, Kamis (15/8).

Korban baru melaporkan pencurian ATM nya tersebut pada Senin (12/8). Dan dari penyelidikan polisi serta keterangan para saksi, akhirnya kecurigaan mengarah pada tersangka, yang ditangkap pada Rabu (14/8).

Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain,
uang tunai pecahan seratus ribuan senilai Rp 10 juta, satu buah tas ransel warna pink,
satu buah buku tabungan Bank BRI Simpedes atas nama korban, serta dua lembar laporan transaksi Bank BRI Simpedes dengan nomer rekening atas nama korban.

“Setelah berhasil menguras isinya, ATM tersebut dibuang di sumur. Dari uang yang diambilnya, tersangka sempat mempergunakannya untuk membayar hutang dan keperluan lainnya sejumlah Rp 2,9 juta,” jelas Sukardi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukumannya, maksimal 5 tahun penjara. (Jon)