Kuota PPDB Terpenuhi, Kedisiplinan di SMK TKM Purworejo Jadi Daya Tarik

    


Sejumlah siswa SMP saat melakukan proses pendaftaran dalam PPDB di SMK TKM Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dikenal sebagai sekolah dengan kedisiplinan yang tinggi, membuat SMK TKM Purworejo kebanjiran peminat dalam PPDB tahun 2020. Kedisiplinan, menjadi daya tarik tersendiri di sekolah ini, sehingga kuota PPDB cepat terpenuhi.

Dari kuota yang ditetapkan untuk siswa baru, yakni 360 siswa untuk empat kejuruan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) 72 siswa, Teknik Mekanik Industri (TMI) 72 siswa, Teknik Pemesinan (TP)144 siswa, dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 72 siswa, jumlah pendaftar melebihi kuota yang ada.

“Dengan kedisiplinan yang tinggi, didukung input yang bagus disertai kegiatan belajar mengajar yang bagus pula, akan menghasilkan siswa yang berkualitas. Itulah yang menjadikan banyak lulusan SMP ingin sekolah di sini,” ujar Ki Gandung Ngadina, S.Pd MPd, Kepala SMK TKM Purworejo, Sabtu (04/07/2020).

Malam tasyakuran peringatan HUT Tamansiswa ke 98 di SMK TKM Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

Malam tasyakuran peringatan HUT Tamansiswa ke 98 di SMK TKM Purworejo – foto: Sujono/Koranjuri.com

Dijelaskan, dalam PPDB tahun 2020 ini, jumlah pendaftar di SMK TKM Purworejo mencapai 531 siswa. Dari jumlah itu, yang diterima 360 siswa, dan yang tak diterima 171 siswa. Siswa yang diterima semua sudah melakukan daftar ulang.

Dari jumlah siswa yang diterima, sebaran asal sekolah calon siswa ternyata didominasi oleh alumni dari SMP N, yang mencapai 57,78 persen, SMP swasta 10 persen, MTs negeri 30,56 persen, dan MTs swasta 1,67 persen.

Diungkapkan oleh Ki Gandung, dari serangkaian seleksi yang dilakukan panitia untuk calon siswa baru, yang paling menentukan adalah saat wawancara. Karena saat wawancara inilah bisa dilakukan penilaian, terutama dari sikap dan perilaku calon siswa.

“Saat wawancara ini juga akan diketahui, sejauh mana kesungguhan mereka sekolah disini. Yang lebih membanggakan, para orang tua juga ikut mendampingi putra-putrinya saat mendaftar. Itu artinya, para orang sangat mendukung putra-putrinya sekolah di SMK TKM Purworejo,” ujar Ki Gandung.

Ki Gandung menambahkan, karena kondisi saat ini, untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) harus dilakukan dengan cara online (daring). Pihak sekolah bisa/boleh mengadakan KBM secara offline atau tatap muka, dengan berbagai syarat yang ditentukan.

Syarat ini antara lain, berada di zona hijau, mendapat ijin untuk pembelajaran tatap muka dari Dinas Pendidikan propinsi, dan memenuhi protokol yang sudah ditentukan. Untuk SMK TKM sendiri, kata Ki Gandung sudah mempersiapkan diri untuk kedua sistim pembelajaran tersebut.

“Sudah kita antisipasi hal itu. Untuk mendukung pembelajaran offline, kita sudah siapkan belasan tempat untuk cuci tangan, hand sanitizer, serta siap untuk mendapatkan akses mudah berkomunikasi dalam bidang kesehatan,” kata Ki Gandung.

Ki Gandung juga menyampaikan, dalam menyambut HUT Tamansiswa ke 98 (1922-2020) yang jatuh pada 3 Juli 2020 lalu, keluarga besar SMK TKM Purworejo juga melakukan serangkaian kegiatan.

Pada Rabu (02/07/2020) malam, semua guru laki-laki SMK TKM Purworejo mengikuti malam tasyakuran. Kegiatan malam tasyakuran diisi dengan membaca mujahadah, mengirim doa untuk para tokoh dan pendiri Tamansiswa, baik tokoh nasional maupun lokal

“Itu sebagai wujud hormat kami kepada para tokoh pendiri Tamansiswa,” ujar Ki Gandung.

Dan Kamis (03/07/2020) pagi, ada kegiatan upacara peringatan, yang diteruskan dengan rapat pleno pamong (guru) yang intinya membahas pembagian tugas untuk tahun pelajaran 2020/2021. (Jon)