KSU Pemogan Mendorong Ekonomi Desa

    


Dewa Bagus Putu Budha/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dari tahun 1994 hingga sekarang, I Dewa Bagus Putu Budha mendapatkan kepercayaan untuk mengelola Koperasi Serba Usaha Desa Pemogan. Dari tangan dingin pria ini, Koperasi Desa ini sekarang memiliki gedung kantor sendiri seluas 500 m2 dengan bangunan dua lantai.

Dewa Bagus Putu Budha yang menjabat sebagai Ketua Pengurus ini, masih ingat betul, tanah yang berada di Banjar Sakah, Desa Pemogan, Denpasar ini dulu per 1 are seharga Rp 50 juta. Dalam perkembangan sekarang, aset tanah itu sudah mencapai Rp 1 milyar per are.

“Waktu kita membangun nilai bangunan Rp 990 juta. Kalau konversi sekarang bisa lebih dari Rp 1,5 milyar,” jelas Dewa Bagus Putu Budha kepada Koranjuri.com.

Dalam mengelola koperasi dengan unit bisnis simpan pinjam, jasa dan pertokoan ini, Bagus Putu Budha memiliki komitmen tinggi untuk mencapai target-target tertentu. Hingga dalam perkembangan sekarang, asetnya selalu meningkat sebesar 10 persen
setiap tahun.

Tercatat pada RAT 2016 yang lalu, KSU Desa Pemogan mengantongi laba Rp 2.098 milyar atau 20,92 persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar 10 persen. Tahun 2015 laba yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 15 milyar.

Kemajuan itu diikuti dengan bertambahnya nilai aset pada 2016 menjadi Rp 69,2 milyar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 60,2 milyar atau naik sebesar 15 persen. Ekuitas yang bersumber dari dana cadangan dan Sisa Hasil Usaha juga meningkat sebesar 19,41 persen.

“Ekuitas tahun 2016 Rp 9,6 milyar dan tahun 2015 Rp 8 milyar. Peningkatannya cukup signifikan,” jelas Dewa Bagus Putu Budha.

Selama 23 tahun mengendalikan pengelolaan perkumpulan KSU Desa Pemogan, sejumlah penghargaan berhasil diraih. Bahkan sudah dalam tahap puncak penilaian sebuah koperasi yang dinilai maju. Di tahun 2012, KSU Pemogan mendapatkan penghargaan Satyalencana Wira Karya dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Secara berturut-turut dari tahun 1996, 1997 dan tahun 1999 KSU Pemogan menerima penghargaan sebagai Koperasi Berprestasi Tingkat Kota Denpasar. Tahun 1999 dan 2007, Koperasi Berprestasi tingkat Provinsi Bali serta Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional pada 1999, 2007 dan 2015.

“Kami meraih penghargaan nasional sebanyak tiga kali dan sekarang tugas kami terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja koperasi,” jelas Dewa Bagus Putu Budha.

Sebelum deretan prestasi yang bertubi-tubi menghampiri KSU Pemogan, di awal keberadaan, KSU Pemogan menerima piagam penghargaan di tingkat Kota Denpasar dengan menggelar lomba Baleganjur. Piagam itu kemudian diarak di tengah masyarakat ntuk meningkatkan rasa kepercayaan terhadap KSU Pemogan.

Dewa Bagus Putu Budha manjelaskan, segala pencapaian yang positif akan dilakukan ekspose sekaligus melakukan promosi. Lambat laun, pola marketing dengan merangkul masyarakat seperti itu berhasil meningkatkan jumlah anggota.

Hingga pertengahan tahun ini, jumlah anggota telah mencapai 1.980 orang dari tahun sebelumnya sebanyak 1.885 orang.

Di tengah gempuran situasi ekonomi yang melemah dan merebaknya jasa keuangan, KSU Pemogan masih bertahan dan akan terus meningkatkan kemampuan kapital dan unit usahanya. Keberadaan Koperasi, menurut Putu Budha, manfaatnya harus dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

KSU Pemogan juga tidak kehilangan jati dirinya sebagai koperasi yang berkembang di masyarakat Desa Pemogan. Setiap tahun, pihaknya selalu menyalurkan donasi ke masyarakat untuk berbagai macam kegiatan budaya.

“Respons masyarakat bagus karena lembaga koperasi membawa dampak positif. Masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung,” jelas Putu Bagus Budha.
 
 
Way