Krisis Kemanusiaan Etnis Rohingya, Umat Budha dan Muslim di Kebumen Saling Menjaga

    


Perwakilan umat Islan dan Budha di Kebumen, usai pernyataan sikap bersama, Senin (4/9), di vihara Tirta Dharma Loka, Sidoharum, Sempor - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Umat muslim dan Budha di Kebumen, mengecam keras konflik yang terjadi di negara bagian Rkahine, Myanmar. Mereka mendesak pemerintah Myanmar untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat muslim Rohingya yang terkena dampak aksi kekerasan.

Demikian pernyataan sikap umat muslim di Sidoharum. Kebumen, yang digelar di Vihara Tirta Dharma Loka, Senin pagi (4/9), di desa Sidoharum, Kecamatan Sempor.

Hadir dalam pernyataan sikap tersebut, Wagiman, Ketua Paguyuban Umat Budha Kebumen, dan Ketua Vihara se-Kabupaten Kebumen, para tokoh agama Islam Kebumen, dan disaksikan dari pejabat Polres Kebumen dan Muspida.

Mereka juga sepakat untuk saling menghormati dan berdamai. Dan para tokoh agama di masing-masing agama menyatakan pro Pancasila. Perbedaan agama, tak akan membuat perpecahan diantara mereka.

“Justru akan saling menjaga. Kaum mayoritas (umat Muslim) akan menjaga kaum minoritas (penganut agama Budha) di Kebumen,” ujar Muhamad Abdul Biri (53), salah satu perwakilan muslim Kebumen.

Dan dari pengamatan, kerukunan umat beragama itu sangat terlihat di Desa Sidoharum, Sempor, Kebumen. Sejak dulu, umat beda agama ini selalu hidup berdampingan secara damai. Hal ini, patut dijadikan contoh.

“Disini, dalam satu keluarga menganut dua agama yang berbeda, sudah biasa. Dan selama ini toleransi beragamanya berjalan baik,” jelas Andri (33), Kepala Desa Sidoharum.

Andri mencontohkan, jika umat muslim sedang melakukan kegiatan keagamaan, umat Buddha juga ikut gotong royong membantu. Begitu jiga sebaliknya.

Dan sesuai pernyataan sikapnya, umat Budha dan Muslim di Sidoharum memang sangat menjunjung tinggi toleransi antar agama. (jon)