Koster Terbitkan Pergub 26/2020, Pecalang Mendapatkan Diklat dan Sertifikasi

    


Gubernur Bali Wayan Koster saat mengumumkan 3 Pergub yakni, Pergub 26/2020 tentang sistem pengamanan lingkungan terpadu berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat), Pergub tentang perlindungan danau, mata air, sungai dan laut (Pergub 24/2020) serta Pergub tentang Pura, pratima dan simbol keagamaan (Pergub 25/2020) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pacalang sebagai komponen pengamanan desa adat akan mendapatkan sertifikasi usai mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan pelatihan dilaksanakan oleh lembaga/badan usaha jasa keamanan yang mendapat ijin dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Pacalang yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan pelatihan berhak mendapatkan Sertifikat Gada Pratama yang diterbitkan oleh lembaga/badan usaha jasa keamanan yang diketahui oleh Majelis Desa Adat (MDA) tingkat Provinsi.

Peraturan itu termaktub dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 26 Tahun 2020 tentang sistem pengamanan lingkungan terpadu berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat).

Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Pergub Sipandu Beradat ini berbarengan dengan Pergub tentang perlindungan danau, mata air, sungai dan laut (Pergub 24/2020) serta Pergub tentang Pura, pratima dan simbol keagamaan (Pergub 25/2020).

“Kita perlu memperkuat Desa Adat dengan pemberdayaan sistem pengamanan lingkungan, agar krama Desa Adat keamananannya bisa diatur dengan baik,” jelas Gubernur DI Jaya Sabha pada Jumat (10/7/2020).

Menurut Koster, pacalang yang mengantongi sertifikat diregistrasi di masing-masing Desa Adat, dengan tembusan Kepolisian setempat dan MDA tingkat Kecamatan.

Dalam Pergub itu juga mengatur penggunaan seragam pacalang dan atribut ketika bertugas rutin. Aturan berbusana itu juga telah ditentukan dalam Pedoman Sasana Pasikian Pacalang Adat Bali yang dikeluarkan oleh MDA Provinsi.

“Dalam pelaksanaan tugas kepolisian terbatas, Pacalang menggunakan rompi yang disesuaikan dengan penugasan,” kata Gubernur.

Unsur pengamanan sesuai Pergub Sipandu Beradat dibentuk di Desa Adat, Kecamatan, Kabupaten/Kota, dan Provinsi. Komponen di Desa Adat meliputi unsur, Pacalang,
Perlindungan Masyarakat (Linmas), Bhayangkara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas)

Termasuk Pam Swadaya yang terdiri dari Satuan Pengamanan (Satpam) maupun Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda). (Way)