Koster Beri Kuliah Umum di Hadapan Ratusan Mahasiswa Universitas Dwijendra

oleh
I Wayan Koster berfoto bersama mahasiswa Universitas Dwijendra, pengurus yayasan dan pengajar pendidikan usai memberikan kuliah umum - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dr. Ir. I Wayan Koster, MM memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Dwijendra, Denpasar. Mantan Gubernur Bali periode 2018-2023 itu memaparkan konsep pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang berbasis kearifan lokal budaya.

Generasi Z sebagai ‘pewaris tahta’ masa depan Bali menurut Koster, perlu mengetahui pembangunan Bali era baru. Nangun Sat Kerthi Loka Bali sendiri bukan sekedar jargon politik, namun telah menjadi haluan pembangunan Bali 100 tahun ke depan.

“Yang perlu diketahui oleh generasi Z, Bali ini mau dibawa kemana dan apa dampaknya terhadap anak-anak generasi Z ini,” kata Koster, Jumat, 10 Mei 2024.

Ketua DPD PDIP Bali ini menegaskan, pemimpin saat ini harus punya tanggung jawab menguasai persoalan dan melahirkan konsep untuk membuat masa depan yang riil.

“Itu yang pernah saya lakukan sebagai gubernur dalam periode pertama. Memiliki rasa kebersamaan, rasa memiliki itu penting,” jelas Koster.

Sementara, Ketua Pengurus Yayasan Dwijendra Denpasar, Dr. I Nyoman Satia Negara, SH.,MH. mengatakan, kehadiran intelektual asal Desa Sembiran, Buleleng itu relevan dengan proses pembangunan Bali yang diawali dari lingkungan pendidikan.

Informasi dalam kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Dwijendra, mengajak generasi Z ikut mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Sehingga, generasi muda memiliki semangat yang sama dalam menjaga, melestarikan serta melindungi adat budaya di Bali.

“Jadi beliau paham betul, hanya dengan pengetahuan kita bisa merubah nasib suatu bangsa, saya rasa beliau akan sangat memperhatikan pendidikan di Bali,” kata Satia Negara.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan Wayan Koster bisa dijadikan role model oleh generasi muda. Usaha keras yang dilakukan oleh sosok I Wayan Koster membawanya kepada level pimpinan dan seorang intelektual di bidangnya.

“Dengan ketekunan dan semangat akan berhasil. Jangan karena ketiadaan ekonomi lalu tidak melanjutkan studi, apalagi sekarang banyak beasiswa dari pemerintah,” kata Ketua Yayasan Dwijendra.

Sebagai tokoh pendidikan yang pernah duduk di Komisi X DPR RI, kata Satia Negara, Wayan Koster sangat memperhatikan kemajuan dunia pendidikan tanah air, terutama di Bali.

“Karena pada waktu remaja siswa yang pintar kemudian diterima di ITB, menjadi dosen, dalam prosesnya aktif di politik. Jadi, basiknya memang pendidikan, sebagai seorang intelektual,” jelasnya. (Way)

KORANJURI.com di Google News