Koster-Ace Inisiasi Festival Buah Lokal Bali, Petani Diuntungkan

    


Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) tiba di Banjar Asal Desa Pretima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Masih di Banjar Asak, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali, Cagub Wayan Koster bertekad meningkatkan pendapatan petani.

Caranya, menurut Cagub ‘Satu Jalur’ ini, Kabupaten Badung dan kota Denpasar yang memiliki banyak akomodasi perhotelan dan restoran, diwajibkan menyerap produk petani.

“Contohnya jeruk atau salak. Setidaknya di setiap kamar hotel ada 2 butir. Buah itu diproduksi oleh petani-petani kita di Bali dan dibeli oleh industri pariwisata di Bali. Sudah jelas pemasarannya,” ujar Wayan Koster, Senin, 12 Maret 2018.

Selain itu, program Koster-Ace dalam meningkatkan kesejahteraan petani antara lain, menginisiasi festival buah lokal Bali.

“Misalnya, saat musim panen salak kita bikin Festival Salak. Nanti di dalamnya ada lomba makan buah salak bagi turis. Misalnya, lombanya siapa yang kuat makan buah salak sebanyak 1 kilogram dalam waktu 30 menit. Yang menang dapat hadiah,” kata Koster disambut tawa ratusan warga.

Koster menjelaskan, sejatinya wisatawan domestik maupun mancanegara, sangat menyukai buah lokal asli Bali.

Ia mengenang masa-masa kuliah di Institut Teknologi Bandung. Setiap pulang usai liburan semester, Koster selalu membawa salak sebagai buah tangan untuk kawan-kawan kampusnya.

“Ada satu teman saya namanya Gunawan Putra Jaya. Dia yang selalu menghabiskan salak yang saya bawa. Tidak sampai 30 menit 1 kilogram salak dia habisin,” papar dia. 

Dari pengalaman itu, Koster menyebut bukan tak mungkin Festival Buah Lokal akan digelar.

“Nanti gubernurnya, bupatinya ikut lomba di festival itu. Saya akan berusaha keras agar pendapatan petani buah kita meningkat minimal 20-30 persen untungnya. Negara harus hadir untuk rakyatnya,” tuturnya. (*)