Korban Upaya Pembegalan Akhirnya Laporkan ke Polisi

    


Susiyono, korban percobaan pembekalan - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Nasib apes dialami Susiyono (34), warga Dusun Clorong RT 7 RW 3 Desa Tlogosono, Kecamatan Gebang. Pedagang sayur keliling ini, nyaris jadi korban pembegalan.

Peristiwa ini terjadi Selasa (12/11/2019), sekitar pukul 02.45 dinihari, tepatnya di wilayah Kecamatan Gebang, di Jalan Raya Gebang-Lugosobo, ikut Dusun Gentan, Desa Gebang, Kecamatan Gebang.
 
“Saat itu korban akan menuju Pasar Suronegaran untuk ambil dagangan sayur,” jelas AKP Supriyadi, Kamis (14/11/2019).

Sesaat sebelum kejadian, ungkap Supriyadi, korban sempat berpapasan dengan pengendara sepeda motor yang berboncengan. Waktu itu kondisi sepi dan korban hanya sendirian. Dari spion, dilihatnya sepeda motor tersebut berbalik arah dan mengejarnya.

Setelah berhasil menyalip, pembonceng sepeda motor itu mengacungkan sebuah golok ke arah korban. Karena takut, korban kemudian menghentikan sepeda motornya dan bermaksud balik arah untuk kabur.

Namun korban terjatuh, dan lari mencari pertolongan ke Polsek Gebang, dengan meninggalkan sepeda motornya, Honda Blade nopol AA 6848 KV di jalan.

“Saat itulah secara kebetulan korban berpapasan dengan dua temannya sesama pedagang sayur keliling, Lilik (30) dan Sucipto (45) keduanya warga Dusun Clorong, Desa Tlogosono, “ujar Kapolsek.

Diantar keduanya, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Gebang. Mendapat laporan tersebut tiga anggota Polsek Gebang dan korban kemudian mendatangi lokasi kejadian namun tersangka sudah kabur. Sementara sepeda motor masih tergeletak namun kunci kontak hilang.

“Dari keterangan saksi, kedua pelaku mengendarai sepeda motor matik, dengan memakai helm warna gelap dan membawa sebuah golok,” ujar Supriyadi.

Melihat peristiwa ini, Kapolsek Gebang menghimbau kepada masyarakat yang akan melakukan aktivitas di dini hari, untuk selalu berhati-hati, dan jangan sendirian.

“Malam hari jam rawan kriminalitas. Kami akan lebih meningkatkan patroli di malam hari untuk mengantisipasi gangguan keamanan,” pungkas Supriyadi. (Jon)