Korban Perkelahian, Jenasah Pemuda Sumba Barat Daya akan Diterbangkan ke Tambulaka

    


Sejumlah kerabat dan rekan sejawat mengadakan misa pelepasan jenazah Dominggus Dapa (27) yang digelar di Rumah Duka RSUP Sanglah, Denpasar, Selasa, 2 Juli 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Misa pelepasan menyertai persemayaman jenasah Dominggus Dapa (27) di Rumah Duka RSUP Sanglah, Denpasar, Selasa, 2 Juli 2019.

Dominggus menjadi korban tawuran antar sesama warga Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi di Gelogor Carik, Denpasar pada Sabtu (29/6/2019) sekitar pukul 20.30 Wita.

Misa pelepasan dipimpin oleh Romo Martinus Tamo Ama dan dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, Hermanus Ndarajakadana beserta rombongan, Ketua Umum Flobamora Bali Yoseph Yulius Diaz, pengurus Ikatan Keluarga Sumba Barat Daya (IKSBD) Bali dan sejumlah warga Sumba yang berdomisili di Bali.

Rencananya, jenasah Dominggus akan diterbangkan menuju Bandara Tambulaka, Sumba Barat Daya (SBD) pada Rabu (3/7/2019) pukul 13.30 Wita.

“Tapi berangkatnya pukul 07.00 Wita, dan mulai terbang pukul 13.30 Wita. Diperkirakan sampai ke Tambulaka pukul 15.30 Wita,” jelas Ketua II IKSBD Samuel S. Kalumpang di Rumah Duka RSUP Sanglah, Selasa, 2 Juli 2019.

Sementara, Ketua Umum IKSBD Bali Gideon Ndapatady sangat menyayangkan insiden yang terjadi. Sebagai wadah warga Sumba Barat Daya, IKSBD telah berupaya memberikan perlindungan dan memantau keberadaan warganya.

Data IKSBD mencatat sebanyak 1.250 warga SBD bermukim di Bali. Namun, pihaknya tidak menampik masih banyak yang belum terdata atau tidak terpantau keberadaannya di Bali. Hal ini, diakuinya cukup menyulitkan dalam pemantauan.

“Dalam sebuah insiden warga SBD yang belum terdata, sulit untuk dipantau. Itu yang akan kami lakukan kedepannya untuk memastikan nama-nama yang belum tercatat, sehingga kami tahu dimana mereka tinggal atau bekerja apa di Bali,” jelas Gideon.

Dalam sepekan ini, kata Gideon, ada 5 warganya yang mengalami musibah karena peristiwa seperti kecelakaan.

“Sekarang seperti ini, jadi korban perkelahian. Banyak pekerjaan yang akan kami lakukan kedepannya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Gideon. (Way)