Kopertis Wilayah VIII Hadirkan Komisi X dan Dirjen Dikti Sosialisasi Bidik Misi

    


Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad, Ph.D (Kiri) bersama Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si (Kanan) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tahun 2017, pemerintah menyalurkan program bidik misi untuk tamatan SMA sebanyak 80 ribu orang. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad, Ph.D menyatakan, uang beasiswa untuk siswa berprestasi dan kurang mampu itu diberikan langsung oleh PTN/PTS kepada penerima melalui rekening.

“Jadi langsung universitas yang memantau penyalurannya, jangan sampai salah sasaran. Bidik misi ini dananya langsung dikirim melalui rekening mahasiswa,” jelas Intan Ahmad di kantor Kopertis Wilayah III, Denpasar, Jumat, 12 Mei 2017.

Tahun 2016, kuota penerima program bidik misi mencapai 580 orang untuk PTN dan PTS di Bali. Besaran dana untuk biaya hidup per bulan sebesar Rp 650 ribu dan uang semester sebesar Rp 2.400.000. Dana itu diberikan hingga mahasiswa lulus kuliah.

Sementara, Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, mengatakan, daerah mendapatkan kuota program bidik misi dan langsung disalurkan kepada mahasiswa melalui seleksi dan verifikasi.

Persyaratan utama penerima Program Bidik Misi, menurut Dasi Astawa adalah mahasiswa berprestasi dan tidak mampu dalam secara ekonomi. Setiap tahun, kuota Program Bidik Misi yang diberikan untuk provinsi Bali selalu bertambah.

Seperti diketahui Program Bidik Misi menjadi program unggulan pemerintah melalui Ristek Dikti untuk siswa kurang mampu agar dapat melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi. Program ini juga disebut-sebut untuk mengentaskan kemiskinan. Dasi Astawa mengatakan, dengan pendidikan yang baik, paradigma kemiskinan akan berubah.

“Karena dengan pendidikan lah paradigma kemiskinan bisa berubah. Ini yang kita dorong terus menerus dengan memberikan kesempatan kepada lulusan berprestasi tapi tidak mampu secara ekonomi,” jelas Dasi Astawa.

Pertemuan mahasiswa di Bali penerima Bidik Misi berlangsung di aula Kantor Kopertis Wilayah VIII Denpasar. Hadir pula dalam kegiatan itu anggota Komisi X DPR RI, I Wayan Koster yang salah satunya membidangi Pendidikan.

Politisi PDIP asal Singaraja itu menyatakan, Program Bidik Misi menjadi bukti kepedulian pemerintah dan legislatif terhadap kemajuan tingkat pendidikan di Indonesia. Sejak dirilis tahun 2010 telah disalurkan kepada 340 ribu orang penerima bantuan pendidikan Program Bidik Misi.

“Tahun lalu ada 70 ribu orang dan tahun ini bertambah 80 ribu orang,” kata Wayan Koster.

Setiap tahun, kata Koster peningkatan dana beasiswa Bidik Misi mencapai 10 persen hingga 15 persen.

“Kalau peningkatan itu pasti dan akan terus meningkat dari sisi kuota maupun jumlah dananya,” ujar Koster
 
 
Way