Kontraktor Puskesmas Grabag Terancam Putus Kontrak

    


Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Purworejo, saat melakukan sidak pada proyek pembangunan Puskesmas Grabag, Rabu (4/12) lalu - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pelaksana pembangunan Puskesmas Grabag di Desa Dukuhdungus, Grabag, CV. Kenzi Gigih Perkasa yang berkantor di Bogor, terancam putus kontrak. Hal itu kemungkinan akan terjadi, jika pelaksana tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya, hingga akhir batas waktu yang telah ditentukan.

Pernyataan ini disampaikan Ekaningtyas D, dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, selaku PPKom (Pejabat Pembuat Komitmen) pada proyek tersebut, menanggapi pernyataan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, dalam sidaknya Rabu (4/12) lalu, yang pesimis jika proyek tersebut akan selesai tepat waktu.

“Sebagai PPKom, kita sudah bertindak sesuai kewenangan dan regulasi yang ada,” jelas Eka, Kamis (5/12).

Menurut Eka, pelaksana sudah pernah diberikan teguran dua kali, karena terjadi keterlambatan. Dan pada Minggu (24/11) lalu, kemunduran progresnya banyak sekali.

Kemudian dilakukan SCM pertama (Show Cause Meeting) atau rapat pembuktian keterlambatan untuk yang pertama. Dari hasil SCM ini, menurut Eka, pihak pelaksana sanggup untuk mengejar keterlambatan tersebut sesuai progres yang telah ditentukan pada Jum’at (6/12).

“Sesuai target, hingga Jum’at (6/12) besok progresnya sekitar 90 persen lebih,” ungkap Eka.

Jika pada Jum’at (6/12) target tidak terpenuhi, kata Eka, maka akan dilakukan teguran, yang dilanjutkan dengan SCM kedua. Jika setelah SCM kedua belum memenuhi target, maka akan ada teguran lagi, yang dilanjutkan dengan SCM ketiga.

Jika setelah SCM ketiga belum terpenuhi juga, jelas Eka, akan diberikan teguran lagi. Setelah itu sesuai regulasi yang ada, maka boleh diputus kontrak, atau minta perpanjangan jika memungkinkan.

“Kita tetap berharap proyek tersebut bisa selesai tepat waktu,” ujar Eka, sambil menjelaskan, nilai dari proyek tersebut Rp 4,1 miliar, dengan sumber dana dari DAK. (Jon)