Kontingen Purworejo Juara 2 Dalam Jambore Satlinmas Jateng 2019

    


Kontingen Purworejo foto bersama usai meraih juara 2 Lomba Got Tallent dalam Jambore Satlinmas Jateng 2019 di Pekalongan - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kontingen Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kabupaten Purworejo, meraih juara 2 dalam Lomba Linmas Got Tallent dalam Jambore Satlinmas Tingkat Provinsi Jateng Tahun 2019.

Dalam jambore yang berlangsung di Bumi Perkemahan Linggoasri, Pekalongan dari Kamis (24/10) hingga Minggu (27/10) itu, Satlinmas Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo diwakili 12 personil. Ada 7 jenis perlombaan yang diikuti, yakni, HTF, tenda, voli, karaoke, dapur umum, Linmas Got Tallent, dan outbond

“Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anggota Linmas se-Kabupaten Purworejo untuk kreatif dan mampu bersinergi dalam melaksanakan tugas di tengah-tengah keberagaman kondisi sosial masyarakat,”kata Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo, S.Sos, MSi, Sabtu (2/11/2019).

Pada lomba tersebut, jelas Budi Wibowo, kontingen Purworejo yang dipimpin Kasi Bina Potensi Masyarakat, Puguh Dono Pratopo, menampilkan kreativitas tarian kreasi baru berjudul “Gugur Gunung”.

Tarian ini menggambarkan peran anggota Linmas di daerah yang bersama-sama masyarakat bahu-membahu menjaga ketenteraman dan kebersamaan. Mereka mengangkat semangat gotong-goyong. Tidak hanya menyangkut soal keamanan, melainkan juga ketertiban, kebersihan, serta kepedulian sosial.

“Tugas Linmas dalam rangka membantu masyarakat meliputi berbagai hal, termasuk kebersihan lingkungan dan kepedulian sosial,” ujar Budi Wibowo.

Lebih jauh Budi Wibowo mengungkapkan, saat ini di setiap desa atau kelurahan se-Kabupaten Purworejo rata-rata terdapat minimal 10-20 anggota Linmas. Prestasi kali ini bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan eksistensi Linmas di desa atau kelurahan di 16 kecamatan.

“Selama ini kondisi Linmas cenderung stagnan karena kebanyak sudah berusia tua. Perlu ada regenerasi serta perhatian dari pemerintah desa/kelurahan setempat sehingga Linmas ini bisa kembali eksis,” pungkas Budi Wibowo. (Jon)